5 Alasan Rusia Sangat Ramah pada Umat Muslim, Faktor Sejarah hingga Taktik Geopolitik

Senin, 03 Maret 2025 - 15:12 WIB
loading...
5 Alasan Rusia Sangat...
Ada beberapa alasan mengapa Rusia sangat ramah pada umat Muslim. Foto/Anadolu
A A A
JAKARTA - Sederet alasan Rusia sangat ramah terhadap umat Muslim menarik disimak. Salah satunya berkaitan dengan strategi geopolitik yang dijalankan negara pimpinan Presiden Vladimir Putin tersebut.

Rusia mungkin bukan negara berpenduduk mayoritas Islam. Kendati begitu, Rusia selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki hubungan ramah dengan para penganut Muslim.

Kondisi tersebut bisa ditelusuri sejak beberapa waktu ke belakang, terutama setelah Vladimir Putin menjadi Presiden Rusia. Lalu, apa alasan negara berpenduduk mayoritas Kristen Ortodoks ini sangat ramah terhadap Muslim?

Baca Juga: 5 Negara dengan Umat Islam Terbanyak di Dunia Tahun 2025, Arab Saudi Tak Masuk

Alasan Rusia Sangat Ramah Terhadap Umat Muslim

1. Rusa Punya Populasi Muslim Besar


Rusia memiliki populasi Muslim yang besar meski bukan mayoritas. Pada 2018, perkiraan Mufti Ravil Gaynutdin selaku ketua Dewan Agama Muslim Federasi Rusia menyebut terdapat 25 juta Muslim atau sekitar 18 persen dari populasi.

Angka tersebut menjadikan Rusia sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di Eropa. Persebarannya pun beragam dengan sebagian mendiami kota-kota seperti Moskow, St Petersburg hingga Kazan.

Adapun pertumbuhan umat Muslim di Rusia disebabkan beberapa faktor. Di antaranya terkait tingginya tingkat kelahiran di antara keluarga muslim hingga meningkatnya kedatangan orang-orang dari Asia Tengah.

2. Berperan dalam Sejarah Rusia


Umat Muslim di Rusia dianggap memiliki peran penting dalam sejarah. Hal tersebut sudah beberapa kali ditekankan Presiden Vladimir Putin dalam berbagai forum berbeda.

Mengutip Al Estiklal, pada 2013 Putin pernah menyebut umat Islam di negaranya menjadi bagian integral dari sejarah Rusia. Dia juga berjanji tak akan membiarkan persahabatan antara kelompok etnis Rusia dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Melihat ke belakang, Putin memang memiliki pendekatan berbeda terhadap umat Islam jika dibandingkan dengan pemimpin-pemimpin Rusia sebelumnya. Hal tersebut kemudian menjadikan negaranya dikenal sangat ramah terhadap umat Muslim.

3. Hubungan Diplomatik dengan Negara-Negara Muslim


Pada tujuannya menjaga pengaruh, Rusia juga menjalin hubungan baik dengan banyak negara Muslim di dunia. Sebut saja seperti Iran, Arab Saudi, Turki, dan negara-negara di Asia Tengah.

Pada aktivitasnya, mereka sering terlibat dalam kerja sama ekonomi, energi, dan pertahanan dengan negara-negara Islam. Selain itu, Rusia juga diketahui menjadi anggota pengamat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

4. Dukungan Terhadap Infrastruktur dan Tradisi Islam


Pemerintah Rusia di era Vladimir Putin juga mendukung pembangunan infrastruktur Islam. Misalnya masjid, madrasah, dan pusat keislaman lainnya.

Sementara soal tradisi, pemerintah di sana juga cukup terbuka untuk perayaan hari raya Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

5. Bagian Strategi Geopolitik


Rusia senantiasa ingin memperkuat pengaruhnya di dunia Islam guna menandingi pengaruh Barat. Terlebih, saat ini Amerika Serikat juga sudah mulai membuka hubungan mesra dengan negara seperti Arab Saudi dan sejumlah tetangganya di Timur Tengah.

Menjaga hubungan baik dengan Muslim dianggap Rusia mampu memperkuat aliansi strategis dan ekonomi. Maka dari itu, tak heran apabila mereka sangat ramah terhadap umat Muslim, baik dalam negeri dan dunia Islam internasional.

Itulah beberapa alasan Rusia sangat ramah terhadap umat Muslim.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Alasan Sekutu Desak...
Alasan Sekutu Desak NATO Tunjukkan Kekuatan pada Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved