Inggris dan Prancis Siap Pimpin Koalisi untuk Kerahkan Tentara ke Ukraina
Senin, 03 Maret 2025 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Trudeau tidak mengesampingkan kemungkinan pengerahan pasukan ke Ukraina, dengan mengatakan: "Ottawa telah mempertimbangkan cara-cara terbaik untuk membantu, dan seperti yang telah saya katakan beberapa hari yang lalu, semuanya ada di atas meja."
Namun, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan bahwa masih belum ada satu pun rencana khusus untuk pengerahan pasukan dan menekankan bahwa kehadiran pasukan Italia di Ukraina tidak pernah ada dalam agenda.
Tusk mencatat bahwa para pemimpin telah gagal mengusulkan posisi bersama yang sistematis untuk membentuk jaminan keamanan masa depan bagi Ukraina atau rencana konkret untuk negosiasi dengan Rusia.
“Kita semua merasakan saat ini bahwa tidak seorang pun memiliki rencana untuk itu, dan rasa kekacauan itu, pendekatan yang asal-asalan...terkadang memicu emosi seperti yang telah kita lihat dalam tontonan yang tidak pantas di Washington beberapa hari yang lalu, yang kita semua ingin hindari,” kata Tusk.
Rusia telah dengan tegas menentang pengerahan pasukan asing yang tidak sah ke Ukraina, dengan peringatan bahwa tanpa mandat PBB, mereka akan dianggap sebagai target yang sah.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah mengatakan bahwa gagasan pengerahan pasukan asing ke Ukraina—yang terutama didorong oleh Prancis dan Inggris—dimaksudkan untuk semakin mengobarkan konflik dan menghentikan segala upaya untuk mendinginkannya.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga menuduh Uni Eropa dan Inggris memulai “jalur militerisme".
Namun, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan bahwa masih belum ada satu pun rencana khusus untuk pengerahan pasukan dan menekankan bahwa kehadiran pasukan Italia di Ukraina tidak pernah ada dalam agenda.
Tusk mencatat bahwa para pemimpin telah gagal mengusulkan posisi bersama yang sistematis untuk membentuk jaminan keamanan masa depan bagi Ukraina atau rencana konkret untuk negosiasi dengan Rusia.
“Kita semua merasakan saat ini bahwa tidak seorang pun memiliki rencana untuk itu, dan rasa kekacauan itu, pendekatan yang asal-asalan...terkadang memicu emosi seperti yang telah kita lihat dalam tontonan yang tidak pantas di Washington beberapa hari yang lalu, yang kita semua ingin hindari,” kata Tusk.
Rusia telah dengan tegas menentang pengerahan pasukan asing yang tidak sah ke Ukraina, dengan peringatan bahwa tanpa mandat PBB, mereka akan dianggap sebagai target yang sah.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah mengatakan bahwa gagasan pengerahan pasukan asing ke Ukraina—yang terutama didorong oleh Prancis dan Inggris—dimaksudkan untuk semakin mengobarkan konflik dan menghentikan segala upaya untuk mendinginkannya.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga menuduh Uni Eropa dan Inggris memulai “jalur militerisme".
(mas)
Lihat Juga :