Krisis Politik Belarusia, AS Sebar Pasukan di Perbatasan Lithuania
Jum'at, 04 September 2020 - 01:39 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
VILNIUS - Pasukan dan tank Amerika Serikat (AS) akan tiba di Lithuania untuk penempatan selama dua bulan di dekat perbatasan Belarusia . Namun pemerintah Lithuania mengatakan langkah itu bukan sebagai pesan untuk tetangganya yang didukung Rusia, di mana aksi protes atas pemilu yang disengketakan terus berlanjut.
Dalam pengumuman pada Rabu malam, Lithuania mengatakan pasukan AS akan dipindahkan dari Polandia untuk latihan militer yang telah direncanakan sebelumnya.
"Ini bersifat defensif dan tidak ditujukan terhadap tetangga mana pun, termasuk Belarusia," jelas pengumuman itu seperti dilansir dari Reuters, Jumat (4/9/2020).
Namun, pasukan AS itu tiba lebih awal dan tinggal lebih lama dari yang ditunjukkan pemerintah Lithuania sebelum meletusnya protes di Belarusia selama pemilu 9 Agustus yang mengembalikan Presiden Alexander Lukashenko, sekutu utama pemimpin Rusia Vladimir Putin, ke tampuk kekuasaan.
Lukashenko membantah tuduhan oposisi Belarus dan negara-negara Barat bahwa pemungutan suara itu dicurangi dan menolak tuntutan pengunjuk rasa untuk mundur. Sebaliknya, ia menuduh NATO melakukan penumpukan militer di dekat perbatasan Belarusia dan mengatakan dia akan meminta bantuan militer Rusia jika diperlukan. NATO membantah tudingan tersebut.(Baca juga: Putin Bilang Pasukan Polisi Rusia Siap Tolong Diktator Belarusia )
Pengerahan militer di Lituania, yang akan dimulai Jumat ini dan akan berlangsung hingga November, termasuk 500 tentara AS dan 40 kendaraan, seperti tank Abrams dan pengangkut pasukan lapis baja Bradley, kata seorang juru bicara angkatan darat Lithuania.
Pada 29 Juli, Menteri Pertahanan Lithuania Raimundas Karoblis mengatakan kepada BNS wire bahwa AS akan mengirim kontingen pasukan seukuran batalion - antara 300 hingga 1.000 tentara - pada bulan September, untuk pelatihan dua minggu, dimulai pada pertengahan bulan.
Dalam pengumuman pada Rabu malam, Lithuania mengatakan pasukan AS akan dipindahkan dari Polandia untuk latihan militer yang telah direncanakan sebelumnya.
"Ini bersifat defensif dan tidak ditujukan terhadap tetangga mana pun, termasuk Belarusia," jelas pengumuman itu seperti dilansir dari Reuters, Jumat (4/9/2020).
Namun, pasukan AS itu tiba lebih awal dan tinggal lebih lama dari yang ditunjukkan pemerintah Lithuania sebelum meletusnya protes di Belarusia selama pemilu 9 Agustus yang mengembalikan Presiden Alexander Lukashenko, sekutu utama pemimpin Rusia Vladimir Putin, ke tampuk kekuasaan.
Lukashenko membantah tuduhan oposisi Belarus dan negara-negara Barat bahwa pemungutan suara itu dicurangi dan menolak tuntutan pengunjuk rasa untuk mundur. Sebaliknya, ia menuduh NATO melakukan penumpukan militer di dekat perbatasan Belarusia dan mengatakan dia akan meminta bantuan militer Rusia jika diperlukan. NATO membantah tudingan tersebut.(Baca juga: Putin Bilang Pasukan Polisi Rusia Siap Tolong Diktator Belarusia )
Pengerahan militer di Lituania, yang akan dimulai Jumat ini dan akan berlangsung hingga November, termasuk 500 tentara AS dan 40 kendaraan, seperti tank Abrams dan pengangkut pasukan lapis baja Bradley, kata seorang juru bicara angkatan darat Lithuania.
Pada 29 Juli, Menteri Pertahanan Lithuania Raimundas Karoblis mengatakan kepada BNS wire bahwa AS akan mengirim kontingen pasukan seukuran batalion - antara 300 hingga 1.000 tentara - pada bulan September, untuk pelatihan dua minggu, dimulai pada pertengahan bulan.
Lihat Juga :