Emas Senilai Rp414 Miliar Dirampok Unit Khusus Penjarahan Israel saat Beraksi di Gaza, Lebanon dan Suriah

Minggu, 02 Maret 2025 - 19:29 WIB
loading...
Emas Senilai Rp414 Miliar...
Tentara Israel menjarah emas milik warga Palestina, Lebanon dan Suriah. Foto/Press TV
A A A
GAZA - Unit Penjarahan militer Israel telah menyita sejumlah besar persenjataan, uang tunai, dan emas, di antara barang-barang lainnya, sejak dimulainya perang di Gaza, Lebanon, dan Suriah. Mereka sudah mengumpulkan barang jarahan milik umat Islam senilai Rp25 juta atau setara Rp414 miliar.

Harian Israel Ynet melaporkan bahwa unit tersebut telah menyita cukup banyak persenjataan untuk membentuk "pasukan kecil."

"Kami tidak suka hanya mengambil rampasan, menyimpannya, dan merawatnya tanpa mendapat untung darinya," aku Letnan Kolonel Sharon Kotler. "Saya selalu bertanya berapa nilai rampasan ini."

Tentara dari unit penjarahan mencuri "gunungan uang tunai" di wilayah musuh. Dalam satu kasus, unit tersebut menyita NIS 4 juta (sekitar $1 juta) dari rumah pribadi seorang komandan brigade Hamas.

Unit tersebut terdiri dari sekitar 500 orang, yang sebagian besar bertugas di bawah pusat pasokan militer Israel di Divisi Teknologi dan Logistik (ATL). Secara total, 2.400 tentara membantu dalam operasi penjarahan.

"Tentara Israel menjarah uang senilai hampir USD25 juta dan artefak emas dari warga Palestina di seluruh Jalur Gaza sejak pecahnya perang," menurut Kantor Media Gaza.

Unit tersebut juga telah menyelenggarakan puluhan operasi rahasia di Lebanon selatan untuk menemukan dan menyita persediaan senjata dan amunisi milik pasukan elit Hizbullah Radwan.

Baca Juga: Efisiensi Tanpa Henti, Menggelorakan Revolusi Sayap Kanan

Mereka juga menggunakan operasi penjarahan ini untuk membiasakan diri dengan medan dan mempersiapkan operasi darat skala besar.

Militer Israel telah menyediakan unit tersebut dengan mesin ATM untuk menghitung "segunung uang tunai" yang disita selama operasi penjarahan, di samping timbangan untuk memperkirakan nilai emas batangan dan perhiasan yang diambil dari rumah-rumah warga Lebanon dan Gaza.

Menurut laporan tersebut, uang tunai, emas, dan barang berharga lainnya kemudian ditransfer dalam kendaraan yang diamankan ke bagian meja kas utama tentara Israel di Tel Aviv sebelum disimpan di Bank Israel.

Israel telah membatasi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan sekarang ada laporan tentang rezim yang merekrut preman untuk menjarah truk bantuan.

Penjarahan tersebut juga mencakup penyitaan 180.000 item persenjataan, termasuk rudal antipesawat, pesawat nirawak, rudal antitank canggih dengan berbagai jangkauan, ribuan bahan peledak, senapan standar, senapan runduk, radio militer, kompas, teropong, perangkat penglihatan malam, seragam, sepatu, puluhan kendaraan, dan bahkan harta karun kolektor seperti senapan Prancis dari tahun 1930-an dan pistol langka dan berharga yang digunakan oleh pejuang perlawanan Hizbullah.

Pasukan Zionis tidak berhenti di Gaza dan Lebanon, tetapi juga menemukan jalan mereka ke Suriah setelah jatuhnya Bashar al-Assad pada bulan Desember.

Mereka mengambil beberapa tank T-55, rudal antitank, muatan Schwaz besar, senapan Kalashnikov, dan sejumlah besar amunisi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Infografis
Unit Khusus Israel Menjarah...
Unit Khusus Israel Menjarah Emas Senilai Rp414 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved