Debat Panas Trump vs Zelensky, Membuat Masa Depan Negosiasi Perdamaian Menjadi Tidak Pasti

Sabtu, 01 Maret 2025 - 15:07 WIB
loading...
Debat Panas Trump vs...
Debat panas Donald Trump dan Zelenksy membuat masa depan negosiasi perdamaian makin tidak pasti. Foto/X/@esjesjesj
A A A
WASHINGTON - Debat panas Trump vs Zelensky terjadi di Ruang Oval, Washington DC, Amerika Serikat. Dalam diskusi yang awalnya berencana untuk membahas perdamaian justru berakhir panas.

Diskusi antara Amerika Serikat dan Ukraina yang dimaksudkan untuk membuka jalan bagi diakhirinya perang dengan Rusia masih belum jelas pada hari Jumat (28/2/2025).

Dilansir dari NPR, setelah pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Ruang Oval pada hari Jumat menimbulkan pertentangan.

Jalannya Debat Panas Trump vs Zelensky

Berikut ini rangkuman dari jalannya diskusi antara Trump dan Zelensky di Ruang Oval. Dimana pembicaraan mulai memanas ketika Trump dan Wakilnya menganggap jika apa yang mereka lakukan adalah sebuah diplomasi.

"Saya tidak berpihak pada siapa pun. Saya berpihak pada Amerika Serikat, dan demi kebaikan dunia, saya berpihak pada dunia, dan saya ingin menyelesaikan masalah ini," kata Trump.

Wakil Presiden Vance kemudian membela pendekatan Trump sebagai "diplomasi."

Hal itu memicu respon keras dari Zelensky, yang mengatakan Putin telah melanggar kesepakatan sebelumnya. "Dia melanggar gencatan senjata. Dia membunuh rakyat kita. ... Diplomasi macam apa, JD, yang Anda bicarakan? Apa maksud Anda?" kata presiden Ukraina.

Vance menuduh Zelensky mencoba "memperkarakan hal ini di depan media Amerika," menuduhnya menjalankan tur propaganda, berkampanye untuk Demokrat di Pennsylvania selama pemilihan umum dan tidak tahu berterima kasih.

Zelensky bertanya, "Apakah Anda pernah ke Ukraina? Apakah Anda pernah melihat masalah yang kami hadapi? Datanglah sekali saja."

"Berikan beberapa kata penghargaan untuk Amerika Serikat dan presiden yang berusaha menyelamatkan negara Anda," kata Vance.

Debat semakin panas ketika Presiden AS itu menyinggung pernyataan Zelensky yang mengungkap jika AS tidak merasakan apa yang Ukraina rasakan.

"Selama perang, semua orang punya masalah, termasuk Anda. Namun, Anda punya lautan yang indah dan tidak merasakannya sekarang. Namun, Anda akan merasakannya di masa mendatang. Tuhan memberkati, Anda tidak akan mengalami perang," kata Zelensky sambil menyilangkan tangan. Trump menyela dengan berkata, "Jangan beri tahu kami apa yang akan kami rasakan. Kami sedang mencoba memecahkan masalah" kata Zelensky.

Setelah itu, Trump mengungkapkan jika “Anda tidak punya hak mendikte kami tentang bagaimana perasaan kami terhadap konflik ini, kami sedang mencoba menyelesaikannya”.

Donald Trump lantas melanjutkan dengan, "Anda bertaruh dengan Perang Dunia III, ini bisa saja berubah menjadi Perang Dunia III. Semuanya berjalan ke arah yang salah."

Tidak cukup sampai disitu, Trump juga mengatakan jika, "Anda seharusnya bersyukur. Akan sangat sulit menjalankan bisnis dengan cara ini, anda harus membuat kesepakatan atau AS meninggalkan tangannya”.

Presiden dan Wakil Presiden AS juga mengatakan kepada Zelensky, "Anda sama sekali tidak menunjukkan rasa terima kasih" atas dukungan yang diterima Ukraina.

Zelensky mencoba untuk menolak, dengan mengatakan bahwa dia "sangat menghormati negara Anda" dan berkata, "Saya sudah mengucapkan terima kasih," saat Trump meninggikan suaranya untuk berbicara di hadapannya.

Baca Juga: Efisiensi Tanpa Henti, Menggelorakan Revolusi Sayap Kanan

Tanggapan Zelensky Terhadap Pertemuan Tersebut

Konferensi pers yang dijadwalkan antara kedua belah pihak akhirnya dibatalkan setelah Zelensky meninggalkan Gedung Putih tanpa menjawab satupun pertanyaan dari wartawan.

Panasnya perdebatan dengan suara meninggi ini lantas membuat membuat masa depan negosiasi menjadi tidak pasti. Hal ini membuat banyak pihak menilai jika Trump tengah berpihak pada Vladimir Putin.

Zelensky lantas menanggapi perdebatan yang menegangkan tersebut dalam sebuah wawancara di Fox News, dengan mengatakan kepada pembawa acara Bret Baier bahwa Ukraina sebenarnya "siap untuk perdamaian," sembari berulang kali menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi negaranya.

Pemimpin Ukraina itu mengatakan sangat disayangkan bahwa pertukaran pendapat itu terjadi di depan kamera dan tidak di balik pintu tertutup. "Ya, saya pikir itu tidak baik," katanya.

Zelensky menyampaikan apresiasinya atas dukungan Amerika dalam perang Ukraina dengan Rusia. "Kami berterima kasih kepada rakyat Amerika atas semua dukungan kalian. Kalian telah berbuat banyak. Saya berterima kasih kepada Presiden Trump dan Kongres, dukungan bipartisan, dan saya selalu sangat berterima kasih kepada semua rakyat kita," katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Terbang ke Israel, Pesawat...
Terbang ke Israel, Pesawat Komersial Polandia Kirim Sinyal Pembajakan
Rekomendasi
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Dua Atlet Utusan IFeL...
Dua Atlet Utusan IFeL Bawa Indonesia Juara eFootball China Invitational 2026
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved