3 Alasan Rusia dan AS Ingin Keruk Harta Karun Mineral Tanah Langka Ukraina

Jum'at, 28 Februari 2025 - 12:22 WIB
loading...
3 Alasan Rusia dan AS...
Rusia dan AS ingin keruk harta karun mineral tanah langka Ukraina. Foto/Screengrab video Sky News
A A A
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin pada awal pekan ini menyatakan bahwa Moskow siap kerja sama yang menguntungkan dengan Amerika Serikat (AS) untuk menambang mineral tanah langka (rare-earth) di Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia—wilayah Ukraina yang sekarang dikuasai Rusia.

Putin juga menawarkan kepada AS untuk menambang "harta karun serupa" di Rusia. Menurutnya, Rusia memiliki "sejumlah besar" logam tanah tanah langka lebih banyak daripada yang ada di Ukraina.

”Moskow siap bekerja dengan mitra asing kami, termasuk Amerika dalam mengembangkan deposit tersebut,” katanya, seperti dikutip New York Times.

Baca Juga: Putin Nyatakan Rusia Siap Kerja Sama dengan AS Keruk Harta Karun Mineral Tanah Langka Ukraina

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump bergerak cepat untuk memperoleh mineral tanah langka Ukraina—yang menurutnya sebagai kompensasi atas bantuan militer Amerika kepada Ukraina selama perangnya melawan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan menemui Trump di Washington pada Jumat (28/2/2025) waktu AS untuk meneken kesepakatan berbagi hasil ekstraksi mineral tanah langka Ukraina. Kyiv setuju menyerahkan “harta karun”-nya tapi meminta jaminan perlindungan dari Washington.

3 Alasan Rusia dan AS Ingin Keruk Mineral Tanah Langka Ukraina

1.Memasok Kebutuhan Industri Teknologi Tinggi


Mineral tanah langka adalah elemen-elemen yang sangat dibutuhkan dalam berbagai teknologi mutakhir, seperti kendaraan listrik, telekomunikasi, dan perangkat elektronik.

Ukraina memiliki cadangan mineral langka yang kaya, termasuk neodymium, praseodymium, dan lithium, yang sangat diperlukan untuk produksi baterai lithium-ion, magnet permanen, dan berbagai komponen elektronik lainnya.

Rusia dan Amerika Serikat melihat potensi besar untuk mengakses sumber daya ini demi mendukung industri teknologi tinggi mereka.

Bagi Rusia, mineral tanah langka dibutuhkan untuk mendukung ambisi besarnya dalam teknologi dan pengembangan industri pertahanan.

Sedangkan bagi AS, untuk mengurangi ketergantungan pada China yang mendominasi pasokan mineral tanah langka global. Mengakses cadangan mineral tanah langka di Ukraina menjadi kesempatan besar bagi AS untuk memperkuat rantai pasokan mineral tersebut.

2. Faktor Geopolitik dan Keamanan Energi


Akses terhadap mineral tanah langka di Ukraina memiliki dampak langsung terhadap geopolitik global, terutama dalam hal ketahanan energi dan posisi strategis di Eropa Timur.

Ukraina terletak di kawasan yang sangat penting, dekat dengan Rusia dan Uni Eropa, serta menjadi jalur utama energi. Sumber daya mineral yang ada menjadi alat tawar-menawar yang sangat bernilai dalam permainan geopolitik antara Rusia, AS, dan Eropa.

Bagi Rusia, sebagai negara yang sudah lama berinvestasi dalam energi dan infrastruktur Eropa Timur, ia berusaha mengamankan akses ke sumber daya ini untuk memperkuat pengaruh geopolitiknya di wilayah tersebut. Selain itu, mineral tanah langka juga penting bagi sektor energi terbarukan yang sedang berkembang di Rusia.

Bagi AS, mengakses sumber daya Ukraina juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pengaruhnya di Eropa Timur, sekaligus mengamankan sumber daya vital untuk energi terbarukan dan industri pertahanan.

3. Persaingan Industri Pertahanan


Mineral tanah langka, seperti neodymium, sangat penting dalam produksi peralatan militer modern, seperti senjata elektromagnetik dan sistem pertahanan canggih lainnya.

Baik Rusia maupun Amerika Serikat menyadari bahwa untuk mempertahankan posisi dominan mereka dalam industri pertahanan global, mengakses sumber daya ini di Ukraina menjadi suatu keharusan.

Bagi Rusia, sumber daya mineral tanah langka akan mendukung pengembangan teknologi pertahanan yang lebih maju, yang penting untuk mempertahankan kekuatan militernya. Dalam konteks ini, Rusia bisa memanfaatkan cadangan mineral ini untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan daya saing industri pertahanan.

Bagi AS, mineral tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan keunggulan teknologinya dalam pertahanan dan untuk mendukung pengembangan senjata canggih yang berbasis teknologi baru.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Berita Terkini
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved