Ukraina Serahkan Harta Karun Mineral Tanah Langka ke AS Dinilai Bukti Bodohnya Zelensky

Kamis, 27 Februari 2025 - 10:20 WIB
loading...
Ukraina Serahkan Harta...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan meneken kesepakatan menyerahan mineral tanah langka ke AS. Foto/X @ZelenskyyUa
A A A
KYIV - Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bodoh karena sepakat menyerahkan mineral tanah langka Ukraina kepada Amerika Serikat (AS).

Presiden AS Donald Trump telah menuntut Ukraina membayar kembali kepada Amerika dengan mineral tanah langka senilai USD500 miliar sebagai kompensasi atas bantuan yang telah diberikan Washington kepada Kyiv selama perangnya melawan Rusia.

Pemerintah Ukraina awalnya mempertanyakan jumlah kompensasi tersebut, tetapi sekarang dilaporkan telah menyetujui kesepakatan penyerahan "harta karun" mineral tanah langka tersebut kepada Amerika.

Baca Juga: Putin Nyatakan Rusia Siap Kerja Sama dengan AS Keruk Harta Karun Mineral Tanah Langka Ukraina

Petro mengeklaim bahwa dengan menandatangani perjanjian pembagian keuntungan dari ekstraksi mineral tanah langka Ukraina, Zelensky pada akhirnya menyerahkan negaranya ke AS.

"Mereka bertempur dengan saudara-saudara Slavia mereka dan akhirnya menyerahkan Ukraina kepada Amerika," tulisnya di X pada Rabu (26/2/2025).

"Kebodohan Zelensky, dan saya katakan ini dengan jelas, karena membiarkan dirinya dimanipulasi oleh orang Eropa Barat, yang tidak tahu ke mana mereka akan pergi, apakah ke arah Hitler, atau ke arah yang tidak ada," paparnya.

Kesepakatan yang diusulkan, yang awalnya diajukan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent selama kunjungannya ke Kyiv awal bulan ini, berupaya memberikan AS hak yang luas atas cadangan mineral tanah langka Ukraina untuk mengompensasi bantuan militer dan ekonomi ke Kyiv.

Setelah pertemuan dengan Bessent, Zelensky menolak usulan tersebut, dengan alasan kurangnya jaminan keamanan dari Amerika.

Namun, pada Selasa, beberapa media Barat melaporkan bahwa Kyiv kini telah menyetujui kesepakatan, dengan Zelensky diperkirakan akan mengunjungi Washington minggu ini untuk menandatangani perjanjian tersebut.

"Saya dengar dia akan datang pada hari Jumat. Tentu saja, saya setuju jika dia ingin menandatanganinya bersama saya, dan saya paham itu masalah besar, masalah yang sangat besar...pembayar pajak Amerika sekarang akan mendapatkan kembali uang mereka," kata Trump.

Menurut laporan Financial Times, Ukraina setuju untuk menandatangani kesepakatan tersebut setelah AS menarik permintaannya untuk bagian USD500 miliar dari hasil mineral tanah langka tersebut.

Kyiv telah menentang angka USD500 miliar tersebut, dengan alasan bahwa Washington sebenarnya hanya memberikan bantuan USD100 miliar, terutama dalam bentuk hibah ketimbang pinjaman atau utang.

Perjanjian yang dilaporkan juga tidak menyebutkan jaminan keamanan AS, sesuatu yang berulang kali diminta Zelensky.

Draf akhir perjanjian, menurut Financial Times, mengamanatkan Kyiv untuk mendirikan dana dan mengalokasikan 50% dari pendapatan "monetisasi masa depan" sumber daya mineral milik negara tersebut, termasuk minyak, gas, dan logistik terkait.
Dana tersebut dilaporkan akan digunakan untuk berinvestasi dalam industri Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved