Video Gaza Jadi Pantai Mewah Milik Donald Trump dengan Patung Emasnya Dicap Kolonial Rasis
Kamis, 27 Februari 2025 - 09:53 WIB
loading...
A
A
A
Video tersebut, secara ganjil, menampilkan penari perut berjanggut dan berbikini, seorang anak memegang balon emas berbentuk kepala Trump, dan Elon Musk menari di pantai di bawah guyuran dolar AS.
Saat video Truth Social berakhir, kamera menyorot Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tengah menyeruput minuman di pantai.
CNN telah meminta klarifikasi Gedung Putih, namun belum ada jawwaban.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Media Pemerintah Gaza yang dikelola Hamas mengecam video tersebut, menyebutnya "memalukan."
"Video ini dan kontennya yang merendahkan martabat mencerminkan pola pikir kolonial rasis yang mengakar kuat yang berusaha mendistorsi realitas dan membenarkan kejahatan pendudukan," kata direktur kantor tersebut, Ismail Al-Thawabtah.
"Dengan menggambarkan Gaza seolah-olah itu adalah tanah tanpa penduduk, upaya putus asa ini bertujuan untuk melegitimasi pembersihan etnis yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh pendudukan Israel dengan dukungan Amerika yang jelas," ujarnya.
Tidak jelas apakah Trump bermaksud untuk melanjutkan rencana pengusiran penduduk Palestina dari Gaza.
Setelah mendapat penolakan keras dari para pemimpin Mesir dan Yordania, Trump mengatakan kepada Fox News pada Jumat pekan lalu: “Cara melakukannya adalah rencana saya. Saya pikir itulah rencana yang benar-benar berhasil. Namun, saya tidak memaksakannya. Saya hanya akan duduk dan merekomendasikannya.”
Menanggapi video yang dibagikan Trump, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wassel Abu Yousuf, mengatakan kepada CNN bahwa video tersebut adalah “tipu muslihat dan tidak lebih dari itu.”
“Tidak akan ada resor atau riviera Timur Tengah atau yang lainnya,” katanya.
“Apa yang ingin dilakukan Trump harus dilakukan di tempat lain, tetapi tidak dengan mengorbankan rakyat Palestina. Ini adalah tanah leluhur dan orang tua kita, dan banyak darah telah tertumpah untuk mempertahankannya.”
Saat video Truth Social berakhir, kamera menyorot Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tengah menyeruput minuman di pantai.
CNN telah meminta klarifikasi Gedung Putih, namun belum ada jawwaban.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Media Pemerintah Gaza yang dikelola Hamas mengecam video tersebut, menyebutnya "memalukan."
"Video ini dan kontennya yang merendahkan martabat mencerminkan pola pikir kolonial rasis yang mengakar kuat yang berusaha mendistorsi realitas dan membenarkan kejahatan pendudukan," kata direktur kantor tersebut, Ismail Al-Thawabtah.
"Dengan menggambarkan Gaza seolah-olah itu adalah tanah tanpa penduduk, upaya putus asa ini bertujuan untuk melegitimasi pembersihan etnis yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh pendudukan Israel dengan dukungan Amerika yang jelas," ujarnya.
Tidak jelas apakah Trump bermaksud untuk melanjutkan rencana pengusiran penduduk Palestina dari Gaza.
Setelah mendapat penolakan keras dari para pemimpin Mesir dan Yordania, Trump mengatakan kepada Fox News pada Jumat pekan lalu: “Cara melakukannya adalah rencana saya. Saya pikir itulah rencana yang benar-benar berhasil. Namun, saya tidak memaksakannya. Saya hanya akan duduk dan merekomendasikannya.”
Menanggapi video yang dibagikan Trump, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wassel Abu Yousuf, mengatakan kepada CNN bahwa video tersebut adalah “tipu muslihat dan tidak lebih dari itu.”
“Tidak akan ada resor atau riviera Timur Tengah atau yang lainnya,” katanya.
“Apa yang ingin dilakukan Trump harus dilakukan di tempat lain, tetapi tidak dengan mengorbankan rakyat Palestina. Ini adalah tanah leluhur dan orang tua kita, dan banyak darah telah tertumpah untuk mempertahankannya.”
Lihat Juga :