Prancis Kecam Kasus Navalny, Desak Rusia Lakukan Investigasi

Kamis, 03 September 2020 - 21:37 WIB
loading...
Prancis Kecam Kasus...
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian mengecam dugaan penggunaan Novichok untuk meracuni tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Menteri Luar Negeri Prancis , Jean-Yves Le Drian mengecam dugaan penggunaan Novichok untuk meracuni tokoh oposisi Rusia , Alexei Navalny. Dia meminta Moskow untuk menyelidiki masalah tersebut, mengingat status Navalny dalam politik Rusia.

"Saya terkejut mengetahui informasi yang dikeluarkan oleh otoritas Jerman yang mengkonfirmasikan penggunaan novichok di Rusia untuk meracuni Alexei Navalny," kata Le Drian dalam sebuah pernyataan.

"Saya ingin mengutuk dalam istilah sekuat mungkin penggunaan yang mengejutkan dan tidak bertanggung jawab dari agen seperti itu," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (3/9/2020). ( Baca juga: Bangkitkan Ekonomi, Prancis Anggarkan Rp1.750 Triliun )

Dia lalu mendesak pihak berwenang Rusia untuk mencari tahu dalam keadaan apa agen saraf tersebut diduga telah digunakan pada Navalny, yang dia sebut sebagai pelanggaran prinsip larangan penggunaan senjata kimia apa pun.

Le Drian juga mengatakan masalah itu menimbulkan pertanyaan karena status politik Navalny di Rusia. ( Baca juga: Media Prancis: Neymar Jr Terinfeksi Covid-19 )

Sebelumnya, juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengujian oleh laboratorium militer khusus Jerman telah menunjukkan bukti racun saraf kimia dari kelompok Novichok.

Seibert mengatakan, pemerintah Jerman akan menginformasikan mitranya di Uni Eropa dan NATO tentang hasil tes. Dia mengatakan bahwa pihaknya akan berkonsultasi dengan pihaknya sehubungan dengan tanggapan Rusia tentang tanggapan bersama yang sesuai.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved