alexametrics

Lebanon dan Israel Laporkan Kasus Virus Corona Pertama

loading...
Lebanon dan Israel Laporkan Kasus Virus Corona Pertama
Lebanon dan Israel melaporkan kasus pertama virus Corona. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BEIRUT - Virus Corona Covid-19 terus menyebar ke sejumlah negara di Timur Tengah. Terbaru, dua negara bertetangga yaitu Lebanon dan Israel melaporkan kasus infeksi virus Corona pertama.

Menteri Kesehatan Lebanon Hammad Hassan mengumumkan kasus virus Corona pertama di negara itu. Pasiennya adalah seorang wanita berusia 45 tahun yang baru kembali di kota Qom, Iran.

Sebelumnya pada hari ini, Iran mengumumkan ada total 18 kasus virus Corona di negara ini. Setidaknya empat orang telah meninggal karena virus. (Baca: Covid-19 Tewaskan 2 Warga Iran, Kematian Pertama di Timur Tengah)



"Ada dua kasus lagi yang dicurigai tetapi mereka belum dikonfirmasi sebagai positif," tambah Hassan seperti dikutip dari CNN, Jumat (21/2/2020).

Hassan mengumumkan bahwa semua pelancong yang kembali dari Iran sekarang akan ditahan di rumah karantina selama 14 hari.

Sementara itu Kementerian Kesehatan Israel jugfa mengumumkan kasus pertama virus Corona di negara itu setelah seorang wanita yang dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess di Jepang didiagnosis mengidap penyakit tersebut.

Wanita itu adalah satu dari sebelas penumpang di atas kapal pesiar Diamond Princess yang diterbangkan kembali ke Israel dari Jepang. Sementara sepuluh penumpang lainnya dinyatakan negatif.

Semua penumpang ditahan secara terpisah di Pusat Medis Sheba dekat Tel Aviv. Mereka akan tinggal di rumah sakit selama 14 hari.

Empat warga Israel lainnya yang berada di atas kapal dan telah didiagnosis dengan virus Corona tetap di Jepang.

Korban keganasan virus Corona terus berjatuhan. Secara global, korban meninggal akibat virus yang diberi nama Covid-19 itu mencapai 2.247 dan 76.199 orang terkonfirmasi telah terinfeksi.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak