Partai Anti-Islam AfD Rayakan Kemenangan Bersejarah Pemilu Jerman
Senin, 24 Februari 2025 - 07:12 WIB
loading...
A
A
A
Dia kembali mengajukan pendekatan kepada CDU/CSU untuk bekerja sama dalam pemerintahan, sebuah gagasan yang ditolak keras oleh Merz.
AfD sendiri terkadang bersikeras bahwa partainya "konservatif-libertarian", dan merupakan kerabat ideologis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang anggota kabinetnya dan sekutu miliardernya Elon Musk telah menyuarakan dukungan penuh untuk partai tersebut.
Weidel meramalkan bahwa jika CDU/CSU terus menolak bekerja sama dengan partainya untuk "melaksanakan keinginan rakyat", AfD akan "menyalip" mereka dalam pemilu berikutnya yang diperkirakan empat tahun dari sekarang.
Di bawah Weidel, AfD telah berusaha untuk mengecilkan beberapa retorika nativis dan revisionisnya yang paling keras.
Upaya untuk menutupi sejarah Nazi dan Holocaust Jerman mendorong badan keamanan negara untuk menempatkan partai tersebut di bawah pengawasan dan menjadikannya target protes jalanan massal.
Weidel selama kampanye bersusah payah untuk mendorong AfD lebih jauh ke arus utama politik—mengingat upaya para pemimpin populis sayap kanan lainnya di luar negeri—dibantu dengan mendapatkan waktu tayang dalam debat televisi dengan kandidat utama lainnya.
AfD dibenci oleh banyak orang Jerman karena secara terbuka mencela migran ilegal, Islam, dan multikulturalisme.
AfD sendiri terkadang bersikeras bahwa partainya "konservatif-libertarian", dan merupakan kerabat ideologis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang anggota kabinetnya dan sekutu miliardernya Elon Musk telah menyuarakan dukungan penuh untuk partai tersebut.
Weidel meramalkan bahwa jika CDU/CSU terus menolak bekerja sama dengan partainya untuk "melaksanakan keinginan rakyat", AfD akan "menyalip" mereka dalam pemilu berikutnya yang diperkirakan empat tahun dari sekarang.
Platform Ultra-Konservatif
Di bawah Weidel, AfD telah berusaha untuk mengecilkan beberapa retorika nativis dan revisionisnya yang paling keras.
Upaya untuk menutupi sejarah Nazi dan Holocaust Jerman mendorong badan keamanan negara untuk menempatkan partai tersebut di bawah pengawasan dan menjadikannya target protes jalanan massal.
Weidel selama kampanye bersusah payah untuk mendorong AfD lebih jauh ke arus utama politik—mengingat upaya para pemimpin populis sayap kanan lainnya di luar negeri—dibantu dengan mendapatkan waktu tayang dalam debat televisi dengan kandidat utama lainnya.
AfD dibenci oleh banyak orang Jerman karena secara terbuka mencela migran ilegal, Islam, dan multikulturalisme.
Lihat Juga :