Palang Merah Terima 4 Jasad Warga Israel di Gaza, Hamas: Netanyahu Membunuh Mereka
Kamis, 20 Februari 2025 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Israel Isaac Herzog menulis di akun X-nya, “Kami menyesal kami tidak melakukan tugas kami dan tidak menjangkau mereka yang diculik pada hari yang menyakitkan itu dan tidak mengembalikan mereka ke rumah mereka dengan selamat.”
Netanyahu telah menekankan Israel akan mengalami "hari yang sulit dan menyedihkan" dengan pengembalian jenazah para tahanan, seraya menambahkan, "Hati saya tercabik, dan hati seluruh dunia pasti tercabik... Kami merasakan kesedihan dan kepedihan, tetapi kami bertekad memastikan peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi."
Menurut media Israel, jenazah-jenazah tersebut akan dipindahkan ke Institut Kedokteran Forensik di Abu Kabir, sebelah selatan Tel Aviv, untuk diperiksa, yang dapat memakan waktu berjam-jam atau lebih, tergantung pada kondisi jenazah.
Dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk tes DNA, pemindaian CT, dan rontgen gigi. Diagnosis akan menentukan penyebab kematian, tetapi pengumuman hasilnya mungkin tertunda.
Dengan mediasi Mesir dan Qatar serta dukungan Amerika Serikat, perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 19 Januari, dan mencakup tiga tahap, yang masing-masing berlangsung selama 42 hari.
Namun, Israel masih menunda dimulainya negosiasi untuk tahap kedua. Pada tahap pertama perjanjian tersebut, ketentuannya menetapkan pembebasan bertahap 33 tahanan Israel di Gaza, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina dan Arab yang diperkirakan berjumlah antara 1.700 hingga 2.000 orang.
Antara 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025, pasukan Israel melakukan tindakan di Gaza yang mengakibatkan lebih dari 159.000 warga Palestina menjadi martir dan terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, serta lebih dari 14.000 orang hilang.
Aksi genosida oleh Israel itu menyebabkan salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
Baca juga: Utusan Trump Datang, UEA Tegas Tolak Rencana AS Caplok Gaza
Netanyahu telah menekankan Israel akan mengalami "hari yang sulit dan menyedihkan" dengan pengembalian jenazah para tahanan, seraya menambahkan, "Hati saya tercabik, dan hati seluruh dunia pasti tercabik... Kami merasakan kesedihan dan kepedihan, tetapi kami bertekad memastikan peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi."
Menurut media Israel, jenazah-jenazah tersebut akan dipindahkan ke Institut Kedokteran Forensik di Abu Kabir, sebelah selatan Tel Aviv, untuk diperiksa, yang dapat memakan waktu berjam-jam atau lebih, tergantung pada kondisi jenazah.
Dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk tes DNA, pemindaian CT, dan rontgen gigi. Diagnosis akan menentukan penyebab kematian, tetapi pengumuman hasilnya mungkin tertunda.
Dengan mediasi Mesir dan Qatar serta dukungan Amerika Serikat, perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 19 Januari, dan mencakup tiga tahap, yang masing-masing berlangsung selama 42 hari.
Namun, Israel masih menunda dimulainya negosiasi untuk tahap kedua. Pada tahap pertama perjanjian tersebut, ketentuannya menetapkan pembebasan bertahap 33 tahanan Israel di Gaza, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina dan Arab yang diperkirakan berjumlah antara 1.700 hingga 2.000 orang.
Antara 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025, pasukan Israel melakukan tindakan di Gaza yang mengakibatkan lebih dari 159.000 warga Palestina menjadi martir dan terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, serta lebih dari 14.000 orang hilang.
Aksi genosida oleh Israel itu menyebabkan salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
Baca juga: Utusan Trump Datang, UEA Tegas Tolak Rencana AS Caplok Gaza
(sya)
Lihat Juga :