Donald Trump: Zelensky Itu Diktator Tanpa Pemilu!

Kamis, 20 Februari 2025 - 07:13 WIB
loading...
Donald Trump: Zelensky...
Presiden AS Donald Trump sebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai diktator. Foto/X @ZelenskyyUa
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai diktator.

Komentar keras Trump itu telah memperlebar keretakan pribadinya dengan Zelensky dengan implikasi besar bagi upaya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang dimulai tiga tahun lalu.

Amerika Serikat telah menyediakan dana dan persenjataan untuk Ukraina, tetapi dalam perubahan kebijakan yang tiba-tiba sejak berkuasa, Trump telah membuka perundiangan damai dengan Moskow.

Baca Juga: Ukraina Sudah Kehabisan Rudal Patriot AS untuk Melawan Rusia

"Seorang diktator tanpa pemilihan umum, Zelensky sebaiknya bergerak cepat atau dia tidak akan memiliki negara yang tersisa," tulis Trump di platform Truth Social miliknya tentang pemimpin Ukraina, yang masa jabatan lima tahunnya berakhir tahun lalu, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (20/2/2025).

Hukum Ukraina tidak mensyaratkan pemilihan umum selama masa perang.

Pada hari Selasa, Trump mengadakan konferensi pers di mana dia mengkritik Zelensky, mengulangi beberapa narasi Kremlin tentang perang tersebut dan menyerukan diakhirinya perang.

Zelensky pada gilirannya menuduh Trump menyerah pada "disinformasi" Rusia, termasuk Trump yang menyalahkan Kyiv karena telah memulai perang dan menggemakan pertanyaan Kremlin atas legitimasi Zelensky.

"Dia menolak untuk mengadakan pemilihan umum, sangat rendah dalam jajak pendapat Ukraina, dan satu-satunya hal yang dia kuasai adalah mempermainkan (Joe) Biden 'seperti biola'," kata Trump dalam postingnya tentang Zelensky.

"Sementara itu, kami berhasil menegosiasikan akhir perang dengan Rusia, sesuatu yang semua orang akui hanya dapat dilakukan oleh 'Trump' dan pemerintahan Trump," lanjut postingan Trump.

Zelensky terpilih sebagai presiden Ukraina pada tahun 2019 untuk masa jabatan lima tahun, tetapi tetap menjadi pemimpin di bawah darurat militer yang diberlakukan setelah invasi Rusia.

Popularitasnya telah terkikis, tetapi persentase orang Ukraina yang mempercayainya tidak pernah turun di bawah 50 persen sejak perang dimulai, menurut Institut Sosiologi Internasional Kyiv (KIIS).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved