Mantan PM Swedia Sebut Trump Ancaman bagi Demokrasi AS

Kamis, 03 September 2020 - 16:36 WIB
loading...
Mantan PM Swedia Sebut...
Mantan Perdana Menteri Swedia, Fredrik Reinfeldt menyebut Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump ancaman bagi demokrasi AS. Foto/REUTERS
A A A
STOCKHOLM - Mantan Perdana Menteri Swedia , Fredrik Reinfeldt menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump ancaman bagi demokrasi AS. Dia menggarisbawahi risiko bahwa AS akan berubah menjadi kediktatoran besar-besaran jika Trump terpilih kembali.

Dalam debat yang disiarkan televisi oleh televisi SVT dengan anggota Partai Demokrat Kristen Swedia, Johan Ingerö, Reinfeldt menyatakan bahwa Trump menunjukan bahwa dia memiliki banyak sifat diktator. ( Baca juga: Polarisasi Politik AS Semakin Kentara )

“Dia menuntut kepatuhan buta, dia tidak menerima pengadilan independen, dia tidak menerima bahwa pegawai negeri melayani rakyat alih-alih setia membabi buta kepadanya, dia memadamkan semua oposisi internal di partainya sendiri, dia tidak menghormati media yang bebas dan independen, dan dia mencampurkan keluarga dan keuangan pribadinya dengan kantor yang dia pegang,” kata Reinfeldt.

Ingerö, sambil menyebut Trump murung dan tidak menentu, dan caranya mengekspresikan dirinya serta menghadapi lawannya benar-benar tercela, membantah kesimpulan Reinfeldt dengan menekankan bahwa baik kebebasan berbicara maupun hak untuk memilih di AS tidak terancam.

Namun, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (3/9/2020), Reinfeldt tetap bertahan dengan menuduh bahwa Trump mencoba menjadikan dirinya semacam raja otokratis.

“Konstitusi AS berasal dari tahun 1788 dan itu adalah konstitusi modern pada masanya, dan yang paling ingin dihindari oleh para Founding Fathers adalah memiliki raja yang otokratis seperti yang mereka lihat di Eropa, dan itulah yang kami dapatkan di Donald Trump," ujarnya. ( Baca juga: Soal Perppu Reformasi Keuangan, Trump yang Paling Kontroversial Saja Tak Mengintervensi The Fed )

"Dia memiliki pandangan bahwa dia memerintah secara otokratis, membutuhkan ketaatan buta dan bertindak melalui keluarganya. Dan dengan cara itu dia telah mendorong batas-batas kepresidenan," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved