Mesir Klaim Rencananya untuk Gaza Didukung Trump usai Diyakinkan Raja Yordania

Rabu, 19 Februari 2025 - 09:07 WIB
loading...
A A A

Masa Depan Gaza


Pejabat Mesir itu mengatakan bentrokan tidak akan diperlukan sesuai rencananya dan Hamas telah setuju mundur demi pemerintahan Palestina baru yang tidak melibatkan pejabat senior PA dari Tepi Barat.

The Associated Press melaporkan pada Selasa bahwa rencana Mesir tersebut tidak akan melibatkan Hamas atau PA.

Laporan tersebut mengatakan rencana tersebut akan melibatkan pasukan polisi yang terdiri dari polisi PA yang tetap berada di Gaza setelah tahun 2007, ketika Hamas memenangkan pemilu legislatif dan mengambil alih wilayah kantong tersebut.

MEE melaporkan pada Mei bahwa Hamas siap menunjukkan "fleksibilitas" tentang tata kelola Gaza di masa depan, dengan menyatakan syaratnya adalah nasib Gaza disetujui oleh faksi-faksi Palestina lainnya dan tidak dipaksakan Amerika Serikat atau Israel.

Namun, masalahnya ada pada perincian tentang siapa yang akan mempertahankan kendali keamanan di dalam Jalur Gaza.

Misalnya, perang saudara Lebanon berakhir pada tahun 1990 dengan pemerintahan baru, tetapi Hizbullah tetap mempertahankan senjatanya dan beroperasi sebagai pasukan bersenjata di luar negara tersebut.

Pejabat Mesir mengatakan kepada MEE bahwa usulan Kairo dimaksudkan untuk mencegah situasi serupa dengan memastikan negara-negara Teluk memiliki peran “di lapangan di Jalur Gaza” melalui investasi rekonstruksi.

Membangun kembali Gaza dan Tepi Barat yang diduduki akan membutuhkan lebih dari USD50 miliar, menurut penilaian bersama oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan Bank Dunia, yang dirilis pada hari Selasa.

Setidaknya USD20 miliar akan dibutuhkan dalam tiga tahun pertama.

Baca juga: Rusia dan AS Sepakat Buat Kerangka Kerja untuk Perundingan Damai Ukraina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Tips MotionTrade: 4...
Tips MotionTrade: 4 Langkah Wajib Saat Terindikasi Penipuan Investasi
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved