Trump Berlakukan Tarif Baru, Nasib Industri Baja China di Ujung Tanduk

Selasa, 18 Februari 2025 - 10:34 WIB
loading...
A A A

Pemasok Baja Terbesar


Eksportir baja China telah meramalkan masalah bagi sektor baja China jika Trump menang pemilu. "Jika dia menang dalam pemilihan presiden, mungkin akan ada bea masuk yang lebih tinggi untuk baja," kata seorang pedagang China.

Para pedagang China telah menderita selama masa jabatan pertama Trump. "Banyak eksportir China, terutama di pasar produk konsumen, telah kehilangan sebagian pasar AS mereka selama beberapa tahun terakhir setelah tarif diberlakukan," sebut Michael Lu, presiden produsen kotak hadiah Brothersbox yang berbasis di China.

Langkah-langkah perlindungan perdagangan terhadap baja China menambah masalah. Beberapa negara telah memerintahkan penyelidikan antidumping terhadap impor baja China.

"Sebagai pemasok produk baja terbesar ke pasar internasional, eksportir China akan mengurangi harga ekspor atau mengurangi volume ekspor karena kasus perdagangan. Kedua pilihan tersebut akan memberi tekanan pada pabrik baja," ungkap seorang eksportir China.

China telah berhasil menemukan alternatif ketika Trump memberlakukan tarif serupa selama masa jabatan pertamanya. China dapat mengurangi dampak tarif dengan menggunakan depresiasi nilai tukar, pengalihan perdagangan, dan pengurangan margin keuntungan eksportir.

Namun, ekonomi China kini berada dalam posisi yang lebih lemah, menurut sejumlah analis di Barclays, perusahaan jasa keuangan yang berpusat di London.

“Semua saluran di atas telah berkurang secara signifikan, yang menunjukkan dampak yang jauh lebih besar pada perdagangan China kali ini," imbuh mereka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved