Pria Yahudi AS Tembak 2 Warga Israel, Awalnya Dikira Orang Palestina
Senin, 17 Februari 2025 - 21:07 WIB
loading...
Mordechai Brafman menembak dua warga Israel. Foto/x/@DillyHussain88
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pria Yahudi di Florida, Amerika Serikat, yang diidentifikasi sebagai pendukung ekstrem Israel, menembaki dua warga Israel Sabtu malam. Dia melepaskan sedikitnya 17 tembakan setelah menghentikan mobilnya karena ia yakin mereka warga Palestina.
Namun, korban sebenarnya adalah turis Yahudi Israel, seorang ayah dan anak yang sedang berkunjung ke AS.
Penembakan tersebut, yang terjadi di Pantai Miami, menyebabkan kedua pria dirawat di rumah sakit dengan luka tembak, satu di bahu, yang lain di lengan bawah. Tersangka penembakan, Mordechai Brafman yang berusia 27 tahun, kini menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan.
Menurut laporan penangkapan, saat ditahan, Brafman membuat pernyataan yang mengklaim, "Saat mengemudikan truk, saya melihat dua orang Palestina dan menembak serta membunuh keduanya." Pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa sebelumnya tidak ada hubungan antara tersangka dan para korban.
Serangan itu tampaknya tidak beralasan, demikian dilaporkan Times of Israel. Undang-undang senjata api yang longgar di Florida mengizinkan penduduk membawa senjata tersembunyi tanpa memerlukan pelatihan, pemeriksaan latar belakang, atau izin.
Menurut Departemen Kehakiman, laporan kejahatan kebencian di Florida melonjak lebih dari 50 persen antara tahun 2022 (161 insiden) dan 2023 (249 insiden), dengan peningkatan paling tajam dalam kasus yang menargetkan individu berdasarkan etnis dan agama.
Baca Juga: Tak Ingin Rusia Bangun Kekuatan Baru, Swedia Akan Kirim Pasukan ke Ukraina
Namun, korban sebenarnya adalah turis Yahudi Israel, seorang ayah dan anak yang sedang berkunjung ke AS.
Penembakan tersebut, yang terjadi di Pantai Miami, menyebabkan kedua pria dirawat di rumah sakit dengan luka tembak, satu di bahu, yang lain di lengan bawah. Tersangka penembakan, Mordechai Brafman yang berusia 27 tahun, kini menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan.
Menurut laporan penangkapan, saat ditahan, Brafman membuat pernyataan yang mengklaim, "Saat mengemudikan truk, saya melihat dua orang Palestina dan menembak serta membunuh keduanya." Pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa sebelumnya tidak ada hubungan antara tersangka dan para korban.
Serangan itu tampaknya tidak beralasan, demikian dilaporkan Times of Israel. Undang-undang senjata api yang longgar di Florida mengizinkan penduduk membawa senjata tersembunyi tanpa memerlukan pelatihan, pemeriksaan latar belakang, atau izin.
Menurut Departemen Kehakiman, laporan kejahatan kebencian di Florida melonjak lebih dari 50 persen antara tahun 2022 (161 insiden) dan 2023 (249 insiden), dengan peningkatan paling tajam dalam kasus yang menargetkan individu berdasarkan etnis dan agama.
Baca Juga: Tak Ingin Rusia Bangun Kekuatan Baru, Swedia Akan Kirim Pasukan ke Ukraina
Lihat Juga :