TV Kremlin: Rusia Sekarang Dapat Menyerang 3 Ibu Kota Sekutu NATO
Senin, 17 Februari 2025 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
"Kita harus menjelaskan pemikiran ini kepada orang Eropa, sekarang kita benar-benar dapat menyerang Brussels, London, dan Paris. Kita dapat melupakan Pasal 5 dan melupakan Amerika yang maju untuk membantu," papar Mikheyev.
Pasal 5 menetapkan bahwa jika sekutu NATO menjadi korban serangan bersenjata, setiap anggota aliansi lainnya akan menganggap tindakan kekerasan ini sebagai serangan bersenjata terhadap semua anggota dan akan mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk membantu sekutu yang diserang.
Belgia, Inggris Raya, dan Prancis semuanya adalah negara anggota NATO.
Kebijakan luar negeri pemerintahan Trump mengisyaratkan penyimpangan dari komitmen AS sebelumnya dan dapat memengaruhi posisi strategis Ukraina.
Selama tiga tahun terakhir, sekitar 50 negara telah memberikan lebih dari USD126 miliar dalam bentuk bantuan militer ke Kyiv tetapi perubahan prioritas AS dapat menekan sekutu Eropa untuk meningkatkan kontribusi mereka.
Prioritas AS saat ini adalah mengamankan perbatasannya ketimbang mengurusi keamanan Eropa.
Sementara itu, Rusia tampaknya sedang menilai kembali pilihan politiknya di tengah perubahan sikap pemerintah AS.
Pasal 5 menetapkan bahwa jika sekutu NATO menjadi korban serangan bersenjata, setiap anggota aliansi lainnya akan menganggap tindakan kekerasan ini sebagai serangan bersenjata terhadap semua anggota dan akan mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk membantu sekutu yang diserang.
Belgia, Inggris Raya, dan Prancis semuanya adalah negara anggota NATO.
Kebijakan luar negeri pemerintahan Trump mengisyaratkan penyimpangan dari komitmen AS sebelumnya dan dapat memengaruhi posisi strategis Ukraina.
Selama tiga tahun terakhir, sekitar 50 negara telah memberikan lebih dari USD126 miliar dalam bentuk bantuan militer ke Kyiv tetapi perubahan prioritas AS dapat menekan sekutu Eropa untuk meningkatkan kontribusi mereka.
Prioritas AS saat ini adalah mengamankan perbatasannya ketimbang mengurusi keamanan Eropa.
Sementara itu, Rusia tampaknya sedang menilai kembali pilihan politiknya di tengah perubahan sikap pemerintah AS.
Lihat Juga :