Tentara Israel Gunakan Pria 80 Tahun Palestina sebagai Tameng Manusia, lalu Membunuhnya

Senin, 17 Februari 2025 - 07:46 WIB
loading...
Tentara Israel Gunakan...
Tentara Israel gunakan pria Palestina berusia 80 tahun sebagai tameng manusia di lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, lalu membunuhnya. Foto/HaMakom
A A A
GAZA - Para tentara Israel telah menggunakan pria Palestina berusia 80 tahun sebagai tameng manusia, memaksanya mencari bahan peledak di sebuah lingkungan di Gaza. Dia dan istrinya kemudian ditembak mati.

Taktik kejam yang diakhiri dengan pembunuhan brutal oleh pasukan Zionis ini terjadi di lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, pada Mei lalu.

Sebuah laporan investigasi yang dirilis situs berita Israel; HaMakom, mengungkap bahwa tentara Zionis mengikatkan bahan peledak di leher pria tua tersebut.

Baca Juga: Netanyahu: Gerbang Neraka Akan Dibuka di Gaza Jika Hamas Tak Pulangkan Seluruh Sandera Israel

Menurut laporan tersebut, yang dikutip The New Arab, Senin (17/2/2025), seorang perwira senior di Brigade Nahal mengancam akan meledakkan kepala pria itu kecuali dia menggeledah lingkungan Al-Zaytoun untuk mencari bahan peledak.

Insiden itu terjadi saat pasukan Zionis Israel melancarkan invasi ketiganya ke daerah tersebut.

Laporan HaMakom mengatakan para tentara Zionis yang hadir pada saat insiden itu mengatakan bahwa mereka menemukan pasangan tua tersebut setelah membersihkan lingkungan Al-Zayotun.

Para tentara itu mengatakan anak-anak pasangan tersebut telah melarikan diri tetapi mereka tidak punya pilihan selain tetap tinggal. Mereka menambahkan bahwa pria itu berjalan dengan tongkat dan tidak akan mampu berjalan sampai ke Khan Younis.

Pada saat itulah pasukan memutuskan untuk menggunakan "Mosquito Procedure (Prosedur Nyamuk)", di mana tentara Israel memaksa warga Palestina untuk menjadi tameng manusia di zona pertempuran dengan todongan senjata.

Salah satu tentara mengikatkan sekering peledak ke sebuah bom dan mengikatnya di leher pria tua itu sebagai tali agar dia tidak melarikan diri.

"Mereka menjelaskan kepadanya bahwa jika dia melakukan sesuatu yang salah atau tidak seperti yang kami inginkan, orang di belakangnya akan menarik tali dan kepalanya akan dipenggal dari tubuhnya," kata tentara itu kepada HaMakom.

Pria itu dipaksa berjalan-jalan bersama mereka selama delapan jam, karena tahu ada seorang tentara yang dapat meledakkan bom. Istrinya ditinggal di rumah, tidak menyadari apa yang terjadi, dan diawasi oleh beberapa tentara.

"Dia memasuki setiap rumah sebelum kami, jadi jika ada senjata atau 'teroris' di dalamnya—itu akan digunakan padanya, dan bukan pada kami," kata tentara tersebut.

Setelah pencarian selesai, tentara Zionis memerintahkan pasangan tua itu untuk mengungsi dengan berjalan kaki ke Khan Younis di selatan, tetapi sekelompok tentara lain menembak mati mereka.

Para tentara Zionis mengatakan bahwa mereka gagal memberi tahu batalion kedua tentang pasangan itu, dan pasangan tersebut ditembak mati.

"Mereka meninggal seperti itu, di jalan," imbuh tentara Zionis.

HaMakom menemukan Prosedur Nyamuk juga digunakan pada akhir Agustus, ketika seorang pria Palestina ditembak setelah dipaksa mencari jebakan di rumah-rumah Rafah.

Militer Israel telah membantah menggunakan prosedur tersebut selama perang di Jalur Gaza, tetapi para prajuritnya mengatakan kepada HaMakom bahwa pengalihan rute "telah menjadi praktik standar" dan berada di wilayah abu-abu dalam militer.

Mahkamah Agung Israel sejatinya telah melarang penggunaan warga sipil sebagai tameng manusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Detik-Detik Truk yang...
Detik-Detik Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas!
Rekomendasi
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Menhut Raja Juli Bakal...
Menhut Raja Juli Bakal Kooperatif soal Pengusutan Kasus Bupati Kuansing
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved