Zelensky Mulai Menentang AS, Anggap Trump Memihak Putin dalam Perang Rusia-Ukraina
Minggu, 16 Februari 2025 - 08:36 WIB
loading...
A
A
A
“Tanpa tentara Ukraina, tentara Eropa tidak akan cukup untuk menghentikan Rusia. Namun, tentara kita sendiri tidak cukup,” imbuh dia.
“Perang selama bertahun-tahun telah membuktikan bahwa kita telah memiliki fondasi untuk kekuatan militer Eropa, dan sekarang, saat kita berperang dalam perang ini, dan meletakkan dasar bagi perdamaian, kita harus membangun angkatan bersenjata Eropa. Jadi, masa depan Eropa hanya bergantung pada orang Eropa, dan keputusan tentang Eropa dibuat di Eropa.”
Semua ini mengisyaratkan, tanpa banyak basa-basi, tentang perlunya melupakan kepemimpinan Amerika.
“Jika Amerika memutuskan untuk mengikuti jalan mereka sendiri, mengurangi kehadiran mereka, itu tidak baik. Tentu saja, itu sangat berbahaya. Namun, kita semua, di Eropa, harus siap,” kata Zelensky.
“Amerika perlu melihat ke mana arah Eropa. Arah kebijakan Eropa ini, seharusnya tidak hanya menjanjikan. Hal itu seharusnya membuat Amerika ingin berdiri bersama Eropa,” paparnya.
“Eropa harus memutuskan masa depannya sendiri,” imbuh dia.
Ketakutan di Ukraina adalah bahwa Presiden Trump bermaksud untuk merundingkan perjanjian damai secara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menyingkirkan Ukraina dari proses tersebut.
“Sekali lagi: Eropa membutuhkan angkatan bersenjatanya sendiri. Ini bukan tentang mengganti aliansi (NATO). Ini tentang menjadikan kontribusi Eropa bagi kemitraan kita setara dengan kontribusi Amerika,” kata Zelensky.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah pesan tajam yang ditujukan langsung kepada pemerintahan Trump.
“Ukraina tidak akan pernah menerima kesepakatan yang dibuat di belakang kita tanpa melibatkan kita,” katanya.
“Dan aturan yang sama harus berlaku untuk seluruh Eropa. Tidak ada keputusan tentang Ukraina tanpa Ukraina. Tidak ada keputusan tentang Eropa tanpa Eropa,” ujarnya.
“Eropa harus memiliki tempat di meja perundingan ketika keputusan tentang Eropa sedang dibuat. Jika kita tidak dilibatkan dalam negosiasi tentang masa depan kita sendiri, maka kita semua akan kalah,” kata Zelensky.
Sepanjang minggu ini, Trump telah ditanya berulang kali apakah dia akan memperlakukan Ukraina sebagai mitra yang setara dalam perundingan damai dengan Rusia. Jawabannya kerap ambigu.
“Perang selama bertahun-tahun telah membuktikan bahwa kita telah memiliki fondasi untuk kekuatan militer Eropa, dan sekarang, saat kita berperang dalam perang ini, dan meletakkan dasar bagi perdamaian, kita harus membangun angkatan bersenjata Eropa. Jadi, masa depan Eropa hanya bergantung pada orang Eropa, dan keputusan tentang Eropa dibuat di Eropa.”
Semua ini mengisyaratkan, tanpa banyak basa-basi, tentang perlunya melupakan kepemimpinan Amerika.
“Jika Amerika memutuskan untuk mengikuti jalan mereka sendiri, mengurangi kehadiran mereka, itu tidak baik. Tentu saja, itu sangat berbahaya. Namun, kita semua, di Eropa, harus siap,” kata Zelensky.
“Amerika perlu melihat ke mana arah Eropa. Arah kebijakan Eropa ini, seharusnya tidak hanya menjanjikan. Hal itu seharusnya membuat Amerika ingin berdiri bersama Eropa,” paparnya.
“Eropa harus memutuskan masa depannya sendiri,” imbuh dia.
Ketakutan di Ukraina adalah bahwa Presiden Trump bermaksud untuk merundingkan perjanjian damai secara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menyingkirkan Ukraina dari proses tersebut.
“Sekali lagi: Eropa membutuhkan angkatan bersenjatanya sendiri. Ini bukan tentang mengganti aliansi (NATO). Ini tentang menjadikan kontribusi Eropa bagi kemitraan kita setara dengan kontribusi Amerika,” kata Zelensky.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah pesan tajam yang ditujukan langsung kepada pemerintahan Trump.
“Ukraina tidak akan pernah menerima kesepakatan yang dibuat di belakang kita tanpa melibatkan kita,” katanya.
“Dan aturan yang sama harus berlaku untuk seluruh Eropa. Tidak ada keputusan tentang Ukraina tanpa Ukraina. Tidak ada keputusan tentang Eropa tanpa Eropa,” ujarnya.
“Eropa harus memiliki tempat di meja perundingan ketika keputusan tentang Eropa sedang dibuat. Jika kita tidak dilibatkan dalam negosiasi tentang masa depan kita sendiri, maka kita semua akan kalah,” kata Zelensky.
Sepanjang minggu ini, Trump telah ditanya berulang kali apakah dia akan memperlakukan Ukraina sebagai mitra yang setara dalam perundingan damai dengan Rusia. Jawabannya kerap ambigu.
Lihat Juga :