Uni Eropa Tolak Kirim 200.000 Pasukan ke Ukraina, Ini 3 Alasannya

Kamis, 13 Februari 2025 - 02:20 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Erdogan Galang Kekuatan Lawan Pencaplokan Gaza

2. Rusia Menentang Pengiriman Pasukan Asing ke Ukraina

Moskow menentang masuknya pasukan penjaga perdamaian internasional di Ukraina. Pejabat Rusia berpendapat bahwa langkah tersebut dapat meningkatkan ketegangan dan mempersulit upaya untuk menyelesaikan konflik.

Awal minggu ini, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyatakan bahwa setiap pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina tanpa persetujuan Moskow akan menjadi "ilegal," dan memperingatkan bahwa mereka akan dianggap sebagai target yang sah.

Dalam wawancara dengan RIA Novosti, ia menyebut rumor tentang kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian "aneh," dan mencatat bahwa mereka tidak dapat beroperasi tanpa mandat dari Dewan Keamanan PBB, yang merupakan bagian dari Rusia dan memiliki hak veto.

3. Rusia Ingin Demiliterisasi di Ukraina

Rusia tetap menentang pembekuan konflik Ukraina dan pengerahan pasukan penjaga perdamaian, dan bersikeras bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah dengan mengatasi akar penyebab konflik.

Moskow bersikeras bahwa Kiev harus berkomitmen pada netralitas permanen, demiliterisasi, dan denazifikasi, sambil mengakui realitas teritorial di lapangan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Ganas! Iran Gempur Markas...
Ganas! Iran Gempur Markas Komando AS di Suriah, Klaim Bunuh Tentara dan Hancurkan Heli
Rekomendasi
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
Bulan Baik untuk Menikah...
Bulan Baik untuk Menikah Menurut Islam, Ini Dalil dan Bulan yang Paling Dianjurkan
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved