Uni Eropa Tolak Kirim 200.000 Pasukan ke Ukraina, Ini 3 Alasannya

Kamis, 13 Februari 2025 - 02:20 WIB
loading...
Uni Eropa Tolak Kirim...
Uni Eropa tolak kirim 200.000 pasukan ke Ukraina. Foto/X
A A A
MOSKOW - Uni Eropa (UE) tidak dapat memenuhi permintaan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky untuk 200.000 pasukan penjaga perdamaian guna menegakkan gencatan senjata potensial dengan Rusia.

Itu diungkapkan seorang pejabat senior blok tersebut mengatakan kepada New York Times.

Zelensky telah menganjurkan pasukan penjaga perdamaian Eropa yang substansial sebanyak sekitar 200.000 pasukan untuk menegakkan gencatan senjata potensial dan mencegah serangan Rusia di masa mendatang.

Uni Eropa Tolak Kirim 200.000 Pasukan ke Ukraina, Ini 3 Alasannya

1. UE Tidak Memiliki Banyak Prajurit

Analis yang dikutip oleh New York Times menganggap angka ini tidak dapat dicapai, dengan mencatat bahwa mengerahkan bahkan 40.000 pasukan akan menjadi tantangan dan masih dapat gagal memberikan solusi yang efektif.

“Seorang pejabat senior Eropa mengatakan bahwa benua itu bahkan tidak memiliki 200.000 tentara untuk dikerahkan, dan bahwa setiap pasukan di darat harus mendapat dukungan Amerika, terutama jika berhadapan dengan kekuatan nuklir terbesar kedua di dunia, Rusia,” demikian dilaporkan NYT. “Jika tidak, mereka akan rentan secara permanen terhadap upaya Rusia untuk merusak kredibilitas politik dan militer aliansi tersebut.”

Laporan terbaru oleh Financial Times dan Politico juga menunjukkan bahwa meskipun Kiev secara terbuka telah meminta 200.000 pasukan penjaga perdamaian, secara realistis mereka mengantisipasi pengerahan 40.000 hingga 50.000 tentara. Media tersebut menyatakan bahwa angka yang lebih rendah lebih memungkinkan, meskipun UE masih akan menghadapi kesulitan dalam mengumpulkan pasukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Diteror Beruang, Kota...
Diteror Beruang, Kota di Jepang Ini Lumpuh
Rekomendasi
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Berita Terkini
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved