Raja Yordania Abdullah bertemu Trump, Apa Saja Hasilnya?

Rabu, 12 Februari 2025 - 07:26 WIB
loading...
A A A
Beberapa pengamat percaya rencana Trump untuk Gaza adalah taktik negosiasi dan negara-negara Arab akan mampu mengajukan tawaran balasan.

2. Trump Fokus pada Real Estate, bukan Keterikatan Palestina terhadap Tanah


Presiden AS, tentu saja, memiliki akar dalam bisnis real estate.

Sebagian besar uang Trump berasal dari kerajaan real estate yang diwarisi dari ayahnya, dan sejak itu dia memanfaatkan nama keluarganya untuk melisensikan produk eponimnya, serta menjadi pembawa acara reality show TV.

Namun, beberapa kecenderungan real estat itu terlihat dalam bahasa yang digunakannya saat menjelaskan rencananya untuk Gaza pada hari Selasa.

"Saya memiliki karier yang hebat di bidang real estat," ujar Trump dengan nada nostalgia. "Jika Anda telah melakukan apa yang telah saya lakukan, Anda dapat berbuat lebih banyak bagi orang lain saat Anda menjadi presiden."

Trump menggambarkan Gaza berpotensi menjadi "berlian" di Timur Tengah. Namun, ketika ditanya pada hari Selasa apakah dia akan mempertimbangkan membeli Gaza sebagai bagian dari rencana pengambilalihannya, Trump mengabaikannya.

"Kami tidak akan membeli. Tidak ada yang bisa dibeli," ujar Trump. "Kami akan memiliki Gaza. Tidak ada alasan untuk membeli. Ini Gaza. Ini wilayah yang dilanda perang."

Para kritikus mengatakan visinya untuk Gaza yang dibangun kembali dengan hotel, kantor, dan suasana "riviera" yang tampaknya terpisah dari politik di wilayah tersebut.

Warga Palestina telah lama bertahan terhadap tekanan untuk memaksa mereka meninggalkan tanah mereka yang tersisa, meskipun pendudukan Israel terus berlanjut selama beberapa dekade.

Pada hari Selasa, Trump sekali lagi menekankan warga Palestina tidak ingin tinggal di Gaza, yang tampaknya mengabaikan keterikatan mereka dengan tanah mereka.

Nasionalisme itu baru-baru ini terlihat ketika ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi menggunakan gencatan senjata untuk kembali ke Gaza utara, meskipun sebagian besar rumah mereka telah dihancurkan oleh Israel. Mayoritas dari mereka melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.

Pesan mereka sederhana: bahwa mereka tidak akan pergi lagi.

Baca juga: Trump Dianggap Tidak Tahu Masalah Rakyat Palestina, Warga Gaza Pilih Dibom Nuklir
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Berita Terkini
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved