Siapa Ratu Rania, Istri Raja Yordania Abdullah II yang Masih Menawan di Usia 54 Tahun
Selasa, 11 Februari 2025 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
Pada latar belakangnya, Rania diketahui memiliki orang tua yang berasal dari Palestina. Dibesarkan di sebuah rumah nyaman di Tepi Barat, dia pindah ke Yordania bersama keluarganya pada 1991, tepat setelah berakhirnya Perang Teluk yang mengerikan.
Beralih ke riwayat pendidikan, Rania pernah menimba ilmu di New English School di Kuwait City. Selain itu, dia juga lulus dari American University di Kairo dengan gelar bisnis.
Setelah lulus kuliah, Rania diketahui sempat bekerja di Citibank dan departemen pemasaran Apple.
Momen awal pertemuannya dengan Abdullah II terjadi saat Rania mendapat kesempatan datang ke pesta makan malam yang diselenggarakan saudara perempuan Pangeran Abdullah pada Januari 1993.
Di sana, Rania pertama kali melihat Abdullah II yang waktu itu masih menjadi pangeran. Setelah itu, keduanya menjalin hubungan dan menikah pada 10 Juni 1993.
Setelah itu, kehidupan Rania berubah dalam sekejap. Dia bahkan tidak menyangka akan menjadi ratu karena waktu itu Abdullah II disebut tidak akan mewarisi takhta akibat ketidakstabilan politik di Yordania.
Namun, ayah Abdullah II berubah pikiran sesaat sebelum meninggal pada 1999. Dia mengizinkan putranya itu mewarisi takhta dan memimpin Yordania.
Beralih ke riwayat pendidikan, Rania pernah menimba ilmu di New English School di Kuwait City. Selain itu, dia juga lulus dari American University di Kairo dengan gelar bisnis.
Setelah lulus kuliah, Rania diketahui sempat bekerja di Citibank dan departemen pemasaran Apple.
Momen awal pertemuannya dengan Abdullah II terjadi saat Rania mendapat kesempatan datang ke pesta makan malam yang diselenggarakan saudara perempuan Pangeran Abdullah pada Januari 1993.
Di sana, Rania pertama kali melihat Abdullah II yang waktu itu masih menjadi pangeran. Setelah itu, keduanya menjalin hubungan dan menikah pada 10 Juni 1993.
Setelah itu, kehidupan Rania berubah dalam sekejap. Dia bahkan tidak menyangka akan menjadi ratu karena waktu itu Abdullah II disebut tidak akan mewarisi takhta akibat ketidakstabilan politik di Yordania.
Namun, ayah Abdullah II berubah pikiran sesaat sebelum meninggal pada 1999. Dia mengizinkan putranya itu mewarisi takhta dan memimpin Yordania.
Lihat Juga :