alexametrics

Helikopter Militer Suriah Ditembak Jatuh di Aleppo, Awaknya Tewas

loading...
Helikopter Militer Suriah Ditembak Jatuh di Aleppo, Awaknya Tewas
Helikopter militer rezim Suriah. Foto/REUTERS
A+ A-
DAMASKUS - Sebuah helikopter Angkatan Darat Suriah ditembak jatuh oleh rudal kelompok militan di Altarib, Aleppo, Jumat (14/2/2020) sore. Media pemerintah melaporkan awak helikopter militer tersebut tewas.

Mengutip sumber militer, kantor berita negara Suriah, SANA, menyatakan helikopter itu dihantam oleh rudal musuh di wilayah di mana kelompok-kelompok militan pemberontak yang didukung Turki beroperasi.

Serangan itu terjadi ketika pasukan Suriah sedang membersihkan sarang-sarang persembunyian kelompok militan di sekitar Aleppo, wilayah yang berbatasan dengan Idlib.



Versi kantor berita Turki, Anadolu, helikopter tersebut dijatuhkan di dalam zona de-eskalasi Idlib yang didirikan oleh Rusia dan Turki, yang berbatasan dengan Provinsi Aleppo di barat laut Suriah.

Sementara itu koresponden Sputniknews menyebut helikopter militer Suriah ditembak jatuh oleh kelompok teroris Jabhat al-Nusra. Menurut koresponden yang berada di Aleppo, helikopter yang jatuh itu menerbangkan pasukan tempur yang memerangi kelompok teroris di Urem Al-Kubra.

Saat ini, Urem Al-Kubra adalah salah satu tempat paling dibentengi yang dihuni para teroris Al-Nusra di Provinsi Aleppo.

Ini adalah kedua kalinya dalam tiga hari Angkatan Bersenjata Suriah kehilangan helikopter di Suriah barat laut. Pada hari Selasa, sebuah helikopter Angkatan Darat Suriah ditembak jatuh di barat laut negara itu oleh kelompok pemberontak yang didukung Turki.

Ketegangan di Suriah utara dan barat laut mulai meningkat awal bulan ini setelah delapan tentara Turki tewas dalam penembakan yang dilakukan oleh pasukan Suriah di salah satu pos pemantauan Turki di Idlib. Pasukan Turki merespons dengan serangan udara dan mengklaim bahwa mereka membunuh 76 tentara Suriah.

Idlib adalah salah satu dari empat zona de-eskalasi yang dibuat di Suriah melalui upaya bersama Rusia, Iran dan Turki pada 2017. Wilayah ini diyakini berisi puluhan ribu militan teroris, serta ratusan ribu warga sipil. Akhir tahun lalu, tentara Suriah memulai operasi di wilayah tersebut setelah serangan berulang-ulang kelompok militan terhadap posisi militer Suriah yang menewaskan puluhan tentara loyalis rezim Presiden Bashar al-Assad.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak