Trump Akui Tidak Terburu-buru Laksanakan Rencananya Caplok Gaza
Sabtu, 08 Februari 2025 - 07:12 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha meredakan ekspektasi atas rencananya yang kontroversial untuk mengambil alih kepemilikan Jalur Gaza yang terkepung pada hari Jumat (7/2/2025) setelah rencana tersebut ditolak secara luas.
Trump mengatakan rencananya, yang dia gambarkan sebagai "transaksi real estat" telah "diterima dengan sangat baik", meskipun tidak jelas kepada siapa dia merujuk setelah rencana tersebut dikritik oleh para pemimpin regional, sekutu dekat, dan beberapa sekutu terdekat Presiden dari Partai Republik di Capitol Hill.
"Itu akan dipasok dan diberikan kepada kita oleh Israel. Mereka akan mengawasinya dalam hal keamanan," ujar dia kepada wartawan di Ruang Oval tempat dia menjamu Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba.
"Kita tidak berbicara tentang pasukan di lapangan atau apa pun, tetapi saya pikir fakta bahwa kita ada di sana, bahwa kita memiliki investasi di sana, saya pikir, akan sangat membantu menciptakan perdamaian," papar dia.
Jonathan Kuttab, pengacara hak asasi manusia internasional dan Direktur Eksekutif Friends of Sabeel North America (FOSNA), gerakan Kristen Palestina, juga menyuarakan kritik keras terhadap rencana kontroversial Trump mengenai Gaza.
Trump mengatakan rencananya, yang dia gambarkan sebagai "transaksi real estat" telah "diterima dengan sangat baik", meskipun tidak jelas kepada siapa dia merujuk setelah rencana tersebut dikritik oleh para pemimpin regional, sekutu dekat, dan beberapa sekutu terdekat Presiden dari Partai Republik di Capitol Hill.
"Itu akan dipasok dan diberikan kepada kita oleh Israel. Mereka akan mengawasinya dalam hal keamanan," ujar dia kepada wartawan di Ruang Oval tempat dia menjamu Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba.
"Kita tidak berbicara tentang pasukan di lapangan atau apa pun, tetapi saya pikir fakta bahwa kita ada di sana, bahwa kita memiliki investasi di sana, saya pikir, akan sangat membantu menciptakan perdamaian," papar dia.
Jonathan Kuttab, pengacara hak asasi manusia internasional dan Direktur Eksekutif Friends of Sabeel North America (FOSNA), gerakan Kristen Palestina, juga menyuarakan kritik keras terhadap rencana kontroversial Trump mengenai Gaza.
Lihat Juga :