Bisakah Perusahaan Investasi Jared Kushner Hubungkan Uang Teluk dengan Rencana Trump Caplok Gaza?
Jum'at, 07 Februari 2025 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
"Amerika Serikat dapat bersandar pada Mesir," ujar dia. "Mesir adalah negara yang bangkrut. Kita tahu mereka bangkrut, benar-benar bangkrut".
Rencana Trump langsung ditolak sekutu Teluk seperti Arab Saudi, yang uangnya menurut Trump akan digunakan AS untuk membangun kembali Jalur Gaza.
Seruannya agar AS terlibat langsung di Jalur Gaza juga membuat jengkel sebagian basis domestiknya yang menentang intervensi asing.
Namun pada hari Kamis, Trump menggandakannya, hanya mengklarifikasi seruannya untuk "posisi kepemilikan jangka panjang" daerah kantong yang porak poranda itu tidak akan membutuhkan pasukan AS di darat.
Trump mengatakan pemindahan itu akan dilakukan setelah Israel selesai berperang dan setelah orang-orang Palestina pergi.
Middle East Eye melaporkan pada hari Rabu bahwa Trump bermaksud memberikan tekanan pada negara-negara Teluk agar mendanai pengambilalihan Gaza oleh AS.
Sebagai imbalan atas pendanaan pemindahan paksa warga Palestina dan rekonstruksi Gaza, Trump bermaksud menawarkan hak properti tepi laut kepada Arab Saudi, Qatar, dan UEA.
Dalam arti tertentu, Trump ingin negara-negara Teluk mendanai proyeknya. Negara-negara Teluk itu merupakan investor Kushner.
Ide untuk memperoleh hak pengembangan dari real estat Mediterania dengan imbalan sejumlah jenis investasi adalah apa yang telah dilakukan UEA di pesisir Mesir dengan membayar USD35 miliar untuk mengembangkan Ras el-Hekma di pesisir barat laut Mesir.
“Trump kembali ke model pembangunan ekonomi sambil menyingkirkan keluhan politik Palestina. Itulah yang terbukti tidak cukup tentang Perjanjian Abraham; rakyat Palestina berada di pinggir lapangan," ujar Marwa Maziad, profesor di Gildenhorn Institute for Israel Studies di University of Maryland, kepada MEE.
“Masalahnya adalah Netanyahu masih berpikir dia bisa menyingkirkan rakyat Palestina. Itulah yang tidak dapat diterima oleh pemain regional seperti Mesir, Yordania, Turki, dan negara-negara Teluk Arab," pungkas dia.
Baca juga: Netanyahu Beri Trump Pager Emas, Ingatkan Serangan Brutal Israel di Lebanon
Abraham Accords 2.0
Rencana Trump langsung ditolak sekutu Teluk seperti Arab Saudi, yang uangnya menurut Trump akan digunakan AS untuk membangun kembali Jalur Gaza.
Seruannya agar AS terlibat langsung di Jalur Gaza juga membuat jengkel sebagian basis domestiknya yang menentang intervensi asing.
Namun pada hari Kamis, Trump menggandakannya, hanya mengklarifikasi seruannya untuk "posisi kepemilikan jangka panjang" daerah kantong yang porak poranda itu tidak akan membutuhkan pasukan AS di darat.
Trump mengatakan pemindahan itu akan dilakukan setelah Israel selesai berperang dan setelah orang-orang Palestina pergi.
Middle East Eye melaporkan pada hari Rabu bahwa Trump bermaksud memberikan tekanan pada negara-negara Teluk agar mendanai pengambilalihan Gaza oleh AS.
Sebagai imbalan atas pendanaan pemindahan paksa warga Palestina dan rekonstruksi Gaza, Trump bermaksud menawarkan hak properti tepi laut kepada Arab Saudi, Qatar, dan UEA.
Dalam arti tertentu, Trump ingin negara-negara Teluk mendanai proyeknya. Negara-negara Teluk itu merupakan investor Kushner.
Ide untuk memperoleh hak pengembangan dari real estat Mediterania dengan imbalan sejumlah jenis investasi adalah apa yang telah dilakukan UEA di pesisir Mesir dengan membayar USD35 miliar untuk mengembangkan Ras el-Hekma di pesisir barat laut Mesir.
“Trump kembali ke model pembangunan ekonomi sambil menyingkirkan keluhan politik Palestina. Itulah yang terbukti tidak cukup tentang Perjanjian Abraham; rakyat Palestina berada di pinggir lapangan," ujar Marwa Maziad, profesor di Gildenhorn Institute for Israel Studies di University of Maryland, kepada MEE.
“Masalahnya adalah Netanyahu masih berpikir dia bisa menyingkirkan rakyat Palestina. Itulah yang tidak dapat diterima oleh pemain regional seperti Mesir, Yordania, Turki, dan negara-negara Teluk Arab," pungkas dia.
Baca juga: Netanyahu Beri Trump Pager Emas, Ingatkan Serangan Brutal Israel di Lebanon
(sya)
Lihat Juga :