Trump Klaim Iran Tidak Akan Memiliki Senjata Nuklir, Begini Respons Teheran
Rabu, 05 Februari 2025 - 17:06 WIB
loading...
Trump menuding Iran tidakn akan memiliki senjata nuklir. Foto/X/@clashreport
A
A
A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump benci memberlakukan sanksi Iran sebelumnya, dan ingin negara itu sukses. Namun, dia menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.
"Saya ingin sekali dapat "membuat kesepakatan hebat" dengan orang-orang Iran yang cantik," kata Trump, dilansir BBC. Dia menambahkan bahwa ia memiliki banyak teman Amerika-Iran.
Presiden AS mengatakan ia ingin menghindari "situasi bencana" – tetapi ada satu hal: mereka "tidak dapat memiliki senjata nuklir". Trump mengatakan akan "sangat disayangkan" jika Teheran berpikir dapat memperoleh senjata tersebut.
Sementara itu, Pihak berwenang di Teheran telah bereaksi secara diplomatis terhadap komentar Trump tentang Iran sambil menekankan beberapa sikap sebelumnya.
"Jika isu utamanya adalah Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir, ini dapat dicapai dan bukan masalah yang sulit," kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi kepada wartawan setelah rapat kabinet di ibu kota, dilansir Al Jazeera. Dia menekankan bahwa "tekanan maksimum telah menjadi kebijakan yang gagal".
"Saya ingin sekali dapat "membuat kesepakatan hebat" dengan orang-orang Iran yang cantik," kata Trump, dilansir BBC. Dia menambahkan bahwa ia memiliki banyak teman Amerika-Iran.
Presiden AS mengatakan ia ingin menghindari "situasi bencana" – tetapi ada satu hal: mereka "tidak dapat memiliki senjata nuklir". Trump mengatakan akan "sangat disayangkan" jika Teheran berpikir dapat memperoleh senjata tersebut.
Sementara itu, Pihak berwenang di Teheran telah bereaksi secara diplomatis terhadap komentar Trump tentang Iran sambil menekankan beberapa sikap sebelumnya.
"Jika isu utamanya adalah Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir, ini dapat dicapai dan bukan masalah yang sulit," kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi kepada wartawan setelah rapat kabinet di ibu kota, dilansir Al Jazeera. Dia menekankan bahwa "tekanan maksimum telah menjadi kebijakan yang gagal".
Lihat Juga :