Jurnalis Wanita yang Sebut Istri Macron Seorang Pria Mencari Suaka di Rusia

Selasa, 04 Februari 2025 - 20:01 WIB
loading...
Jurnalis Wanita yang...
Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama istrinya. Foto/Christian Liewig/Corbis
A A A
PARIS - Jurnalis Prancis Natacha Rey yang mengklaim istri Presiden Prancis Emmanuel Macron terlahir sebagai seorang pria, mengatakan dia mencari suaka politik di Rusia.

Dalam wawancara dengan Izvestia, Rey dan pengacaranya, Francois Danglehant, mengutip "penganiayaan" di Prancis sebagai alasan keputusannya.

Pada tahun 2021, Rey menuduh Brigitte Macron sebenarnya adalah identitas transgender dari saudara laki-lakinya, Jean-Michel Trogneux.

Rey menghabiskan tiga tahun untuk meneliti rahasia Macron dan kemudian menerbitkan video tentang temuannya di media sosial. Sejak saat itu, Rey telah menjadi subjek tindakan hukum di Prancis.

Dalam wawancara pada hari Senin (3/2/2025) yang menjelaskan keputusannya mencari suaka di Rusia, Rey menggambarkan Rusia sebagai negara demokrasi yang hebat dibandingkan dengan Prancis, yang, menurut pandangannya, menganiaya oposisi politik dan membatasi kebebasan berbicara.

“Mengapa saya memilih Rusia? Karena Rusia adalah negara besar, peradaban besar yang saya kagumi, yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dan Kristen yang melekat pada diri saya,” ungkap dia kepada Izvestia.

Menurut Rey, “Rusia telah menjadi korban kampanye disinformasi dan serangan yang tidak dapat dibenarkan oleh media Eropa dan Amerika selama beberapa dekade.”

Pengacaranya bersikeras tuduhan terhadap Rey “dibuat-buat.” Menurutnya, kesaksian palsu diberikan oleh mantan anggota keluarga Brigitte Macron, termasuk mantan suaminya, Jean-Louis Auziere.

Nyonya Macron menggugat Rey pada tahun 2022 atas pencemaran nama baik dan pelanggaran privasinya.

Tahun lalu, pengadilan Paris mendenda Rey dan memerintahkannya membayar ganti rugi sebesar USD8.200 kepada istri presiden Prancis tersebut.

Mengomentari aspirasi suaka Rey, Danglehant mengatakan jurnalis tersebut yakin Rey akan dihormati di Rusia dan tidak akan menghadapi penganiayaan.

Sebelumnya, dia mengatakan Rey telah mengajukan permintaan suaka kepada Wakil Ketua Duma Negara Rusia Pyotr Tolsty.

Namun, Tolsty mengatakan kepada RT pada hari Senin bahwa dia belum menerima permintaan apa pun sejauh ini, seraya menambahkan, "Masalah kewarganegaraan diputuskan oleh kepala negara."

"Dia belum mengajukan permohonan tetapi akan segera mengirimkannya ke Kedutaan Besar Rusia di Paris," ujar pengacara tersebut kepada Izvestia.

Pengacara itu menjelaskan, "Dia yakin di Rusia, dia mungkin dipandang sebagai orang normal, seseorang yang setidaknya memiliki nilai tertentu, seperti mantan pegawai Badan Keamanan Nasional AS Edward Snowden."

Emmanuel Macron berusia 17 tahun ketika dia menyatakan niatnya untuk menikahi Brigitte Marie-Claude Trogneux, yang 24 tahun lebih tua darinya dan merupakan guru sastranya.

Brigitte menceraikan bankir Andre-Louis Auziere, yang dengannya dia memiliki tiga anak pada tahun 2006, dan menikahi Macron pada tahun 2007.

Baca juga: AS Yakin Iran Diam-diam Cari Jalan Pintas untuk Membuat Bom Nuklir
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved