Iran Pamer Rudal Balistik Baru yang Mampu Hantam Israel, Ini Penampakannya

Senin, 03 Februari 2025 - 07:46 WIB
loading...
Iran Pamer Rudal Balistik...
Iran memamerkan rudal balistik baru bernama Etemad yang diklaim mampu menghantam wilayah Israel. Foto/X @IRIran_official
A A A
TEHERAN - Iran memamerkan rudal balistik baru pada hari Minggu yang akan menambah ancamanbagi Israel. Misil baru yang diberi nama Etemad ini diklaim mampu menempuh jarak 1.700 kilometer (1.056 mil).

Senjata baru itu ditunjukkan dalam sebuah upacara di Teheran yang dihadiri oleh Presiden Masoud Pezeshkian.

Sekadar diketahui, jarak terpendek antara Iran dan Israel adalah sekitar 1.000 kilometer. Kemudian jarak Teheran ke Tel Aviv sekitar 1.600 kilometer. Artinya, rudal Etemad mampu menghantam wilayah Israel.

Baca Juga: Iran Pamer Kota Rudal sebagai Kesiapan Hadapi Perang Baru dengan Israel

Siaran televisi pemerintah Iran menayangkan gambar rudal tersebut, dengan mengatakan bahwa itu adalah rudal balistik terbaru yang dibuat oleh Kementerian Pertahanan.

Negara-negara Barat semakin khawatir atas kemajuan dalam program rudal balistik Iran, menuduhnya mengganggu stabilitas Timur Tengah.

Israel sudah dua kali dihujani rudal Iran tahun lalu saat perang Gaza berkecamuk. Rezim Zionis mengeklaim sebagian besar misil Teheran dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel yang bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu regionalnya, namun Iran mengeklaim sebaliknya.

“Pengembangan kemampuan pertahanan dan teknologi antariksa bertujuan untuk memastikan tidak ada negara yang berani menyerang wilayah Iran,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi, yang dilansir Times of Israel, Senin (3/2/2025).

Upacara tersebut berlangsung pada hari kedirgantaraan nasional Iran dan beberapa hari sebelum peringatan 46 tahun berdirinya Republik Islam Iran pada 10 Februari 1979.

Sejak berkuasanya kembali Presiden AS Donald Trump—yang menerapkan pendekatan “tekanan maksimum” terhadap Iran dalam masa jabatan pertamanya—Teheran telah melakukan banyak unjuk kekuatan, termasuk latihan militer skala besar dan pengungkapan pangkalan militer bawah tanah.

Pada saat yang sama, Teheran telah mengisyaratkan kesediaannya untuk memulai kembali perundingan mengenai program nuklirnya, yang telah menjadi subjek ketegangan dengan negara-negara Barat selama beberapa dekade.

Selama masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS keluar dari pakta nuklir antara Iran dan negara-negara besar dunia yang mengekang program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak cukup jauh untuk mencegah Teheran memproduksi senjata nuklir.

Meskipun Iran mengeklaim programnya bersifat damai, negara itu telah memperkaya uranium ke tingkat yang menurut pengawas atom PBB dicapai oleh negara-negara yang berusaha membuat bom. Pada bulan Desember, Inggris, Prancis, dan Jerman mengatakan tidak ada "pembenaran sipil yang kredibel" untuk pengayaan Iran.

Iran telah berulang kali bersumpah untuk menghancurkan Israel. Sedagkan Israel melihat Iran sebagai ancaman eksistensial dan telah mengindikasikan bahwa mereka dapat bertindak sendiri dalam menyerang fasilitas nuklir Iran jika diperlukan.

Iran, yang di masa lampau pernah mendapatkan sebagian besar peralatan militernya dari sekutunya saat itu; Amerika Serikat, telah dipaksa untuk mengembangkan persenjataannya sendiri sejak Washington memutuskan hubungan dan menjatuhkan sanksi setelah Revolusi Islam 1979.

Setelah berada di bawah embargo senjata selama perang yang menghancurkan dengan Irak antara tahun 1980 dan 1988, Iran kini memiliki persenjataan dalam jumlah besar yang dikembangkan di dalam negeri, termasuk rudal, sistem pertahanan udara, dan pesawat nirawak.

Pengumuman rudal balistik baru itu muncul sehari setelah Iran memamerkan fasilitas rudal bawah tanah baru di pantai selatan dan dua minggu setelah mengungkap pangkalan Angkatan Laut bawah tanah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Kehebatan Rudal Sijjil,...
Kehebatan Rudal Sijjil, Senjata Andalan Iran Hancurkan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved