Epidemi Desersi Melanda Militer Ukraina, Ini 4 Pemicunya

Minggu, 02 Februari 2025 - 01:10 WIB
loading...
Epidemi Desersi Melanda...
Tentara Ukraina mengalami kelelahan yang tinggi. Foto/X
A A A
MOSKOW - Saat tentara Ukraina menderita kekalahan yang terus meningkat, ribuan tentara meninggalkan unit mereka, tidak mampu atau tidak mau melanjutkan pertempuran.

Epidemi Desersi Melanda Militer Ukraina, Ini 4 Pemicunya

1. Memilih Desersi Dibandingkan Mati Sia-sia

Melansir Sputnik News, Brigade ke-157, yang dibentuk pada tahun 2024, tidak ada lagi pada tahun 2025 dengan sepertiga tentaranya membelot sebelum beroperasi.

Brigade elit ke-155 'Anna dari Kiev' melihat setidaknya 1.700 dari 2.300 tentaranya membelot sebelum mencapai garis depan.

2. Melarikan Diri ke Polandia

Lebih dari 10% dari 13.000 tentara Ukraina yang dikirim ke Polandia untuk pelatihan melarikan diri dari negara tersebut. Desersi terjadi dalam kelompok besar dan kecil, dengan 22 tentara dari Brigade Jaeger Terpisah ke-71 melakukan desersi hanya dalam satu minggu pada bulan Desember 2024.

Beberapa desertir bahkan meminta bayaran untuk membantu yang lain melarikan diri, dengan satu orang ditangkap karena menyelundupkan tentara keluar dengan imbalan €7.000 per orang.

Baca Juga: Drama dan Strategi Hamas Menata Diri

3. Tidak Lagi Mmeiliki Semangat Tempur

Menurut Jenderal Serhiy Kryvonos, untuk setiap 100 tentara yang dimobilisasi, hanya 10 yang mencapai garis depan.

Aktivis Ukraina Gennadiy Druzenko memperkirakan 150.000 desertir, dengan 114.000 kasus pidana dibuka.

4. Sudah Lelah Berperang

Pejabat Ukraina telah mengakui krisis tersebut, dengan Wakil Anna Skorokhod memperkirakan lebih dari 100.000 desersi pada bulan Oktober 2024. Komisaris Olga Reshetylova menyatakan dengan lugas: "Masalahnya besar. Orang-orang kelelahan."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Selat Hormuz Ditutup,...
Selat Hormuz Ditutup, AS dan Iran Saling Lancarkan Serangan Rudal
Trump: Pemimpin Iran...
Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei 90% Telah Lenyap
Rekomendasi
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved