5 Fakta Tabrakan Pesawat American Airlines dengan Helikopter Black Hawk, Kronologi hingga Reaksi Donald Trump

Jum'at, 31 Januari 2025 - 16:30 WIB
loading...
5 Fakta Tabrakan Pesawat...
Pesawat mendarat saat tim penyelamat masih mencari korban kecelakaan pesawat American Airlines dan helikopter Black Hawk di AS. Foto/bbc
A A A
WASHINGTON - Tabrakan pesawat American Airlines dengan Helikopter Black Hawk menambah duka dunia penerbangan.

Padahal, belum lama ini publik juga dihebohkan dengan insiden kecelakaan pesawat Jeju Air yang menabrak tembok pembatas di Bandara Internasional Muan Korea Selatan.

Tragedi tabrakan pesawat American Airlines dengan Helikopter Black Hawk terjadi di dekat bandara Ronald Reagan di Washington DC, Rabu (29/1/2025) malam hari waktu setempat.

Pesawat itu membawa 64 penumpang dan awak, sementara helikopter menampung tiga orang di dalamnya yang disebut sebagai "awak yang cukup berpengalaman".

Lebih jauh, berikut ini sejumlah fakta yang telah diketahui dari insiden tabrakan pesawat American Airlines dengan Helikopter Black Hawk.

Fakta Tabrakan Pesawat American Airlines dengan Helikopter Black Hawk

1. Kronologi


Penerbangan American Eagle No. 5342 yang dioperasikan PSA Airlines, bertabrakan di udara dengan helikopter Sikorsky H-60 Black Hawk sekitar pukul 9 malam pada Rabu (29/1/2025).

Insiden terjadi saat pesawat mendekati landasan pacu di Bandara Nasional Reagan.

Mengutip CBS News, helikopter yang terlibat dalam tabrakan itu sedang dalam penerbangan pelatihan. Hal ini diungkap kepala media Joint Task Force-National Capitol Region Heather Chairez.

Sementara itu, kamera siaran langsung di Kennedy Center di Washington, DC, juga sempat merekam momen tabrakan tersebut.

Video yang tersebar ikut memperlihatkan ledakan di area Sungai Potomac pada pukul 8:47 malam waktu setempat.

2. Penumpang di Dalamnya


Pesawat American Eagle Flight No. 5342 membawa 60 penumpang dan empat awak. Penerbangan pesawat ini awalnya berangkat dari Wichita, Kansas.

Sementara itu, ada tiga tentara di dalam Sikorsky H-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS. Namun, sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda adanya korban selamat.

Kepala Pemadam Kebakaran dan EMS DC, John Donnelly, mengatakan kepada wartawan dalam jumpa pers bahwa sebagian jenazah korban telah ditemukan.

Dia menyebutkan, "Kami tidak yakin ada yang selamat," seraya menambahkan upaya di lokasi kejadian telah beralih dari operasi penyelamatan menjadi operasi pemulihan.

3. Kecelakaan Komersial Besar Pertama di AS dalam Hampir 16 Tahun


Insiden baru-baru ini menambah catatan kelam dalam dunia penerbangan, termasuk di Amerika Serikat. Melihat ke belakang, kecelakaan pesawat komersial besar terakhir di AS terjadi pada Februari 2009.

Waktu itu, sebuah pesawat Continental Airlines dari Newark, New Jersey, yang dioperasikan Colgan Air menabrak satu rumah saat mendekati bandara di Buffalo, New York. Sebanyak 49 orang tewas dalam tragedi itu.

Sementara untuk American Airlines, kecelakaan fatal terakhir pernah terjadi pada November 2001 di dekat Bandara Internasional John F. Kennedy.

Kala itu, pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan 587, jatuh tak lama setelah lepas landas dan menewaskan 265 orang.

4. Proses Penyelidikan Berlangsung


Menanggapi insiden baru-baru ini, Menteri Perhubungan Sean Duffy mengatakan tabrakan itu seharusnya tidak terjadi.

Dia pun berjanji akan melakukan reformasi untuk memastikan kesalahan semacam ini tidak terjadi lagi.

Mengutip Reuters, Ketua Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), Jennifer Homendy, menjanjikan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap tabir kecelakaan itu.

Namun, sejauh ini pihaknya belum berupaya memulihkan kotak hitam pesawat dan mengutamakan upaya pengangkatan jenazah korban.

NTSB rencananya akan membentuk berbagai kelompok untuk membagi investigasi berdasarkan topik, termasuk masalah pesawat dan mesin, kontrol lalu lintas udara, dan operasi.

Investigasi dilakukan berdasarkan aturan global yang mengharuskan laporan awal dalam waktu 30 hari, sementara laporan akhir beserta analisisnya diharapkan dalam waktu 12-18 bulan.

5. Reaksi Trump


Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas ikut memberi reaksi terhadap kecelakaan pesawat American Airlines dengan Helikopter Black Hawk. Dalam pengarahan di Gedung Putih, dia mengonfirmasi bahwa tidak ada yang selamat.

"Saya berbicara kepada Anda pagi ini di saat bangsa kita berduka," kata Trump.

Dia kemudian mengklaim telah berupaya meningkatkan standar bagi mereka yang bekerja di industri penerbangan guna memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi. Trump juga menyebut penyelidikan atas tabrakan ini masih berlangsung.

Tak hanya itu, Trump mengecam musuh-musuh politiknya yang dituduhnya mempekerjakan staf "biasa-biasa saja" dalam pekerjaan di bidang kontrol lalu lintas udara.

Ia mengulangi kritiknya terhadap upaya mantan Presiden Joe Biden untuk mempromosikan keberagaman dalam tenaga kerja federal dengan menyatakan standar di Federal Aviation Administration (FAA) telah diturunkan.

Itulah beberapa fakta yang telah diketahui dari insiden tabrakan pesawat American Airlines dengan Helikopter Black Hawk.

Baca juga: Israel Kirim 90 Rudal ke Ukraina Lewat Polandia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Gelombang Panas Nyaris...
Gelombang Panas Nyaris 40 Deajat Celsius, Jalanan Kota New York Meleleh
Rekomendasi
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
Tertarik Menjadi Guru?...
Tertarik Menjadi Guru? Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Seleksi PPG 2026
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Infografis
Helikopter S-70M Black...
Helikopter S-70M Black Hawk, Armada Baru Militer Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved