Salwan Momika Si Pembakar Al-Quran Ditembak Mati saat Live TikTok, Swedia Salahkan Kekuatan Asing
Jum'at, 31 Januari 2025 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Wakil PM Swedia Ebba Busch mengutuk pembunuhan itu. "Ini adalah ancaman bagi demokrasi bebas kita. Ini harus dihadapi dengan kekuatan penuh masyarakat kita," tulisnya di X.
Dinas Keamanan Swedia mengatakan polisi memimpin penyelidikan.”Tetapi kami mengikuti perkembangan peristiwa dengan seksama untuk melihat dampak apa yang mungkin terjadi pada keamanan Swedia,” katanya.
Tahun lalu, lembaga itu mengatakan pemerintah Iran telah menggunakan jaringan kriminal di Swedia untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap negara, kelompok, dan individu lain.
Media Swedia melaporkan Momika sedang melakukan live-streaming di TikTok saat dia ditembak. Sebuah video yang dilihat oleh Reuters memperlihatkan polisi mengangkat telepon dan mengakhiri live-streaming yang tampaknya berasal dari akun TikTok milik Momika.
Pada tahun 2023, Swedia menaikkan kewaspadaan terorisme ke level tertinggi kedua dan memperingatkan ancaman terhadap warga Swedia di dalam dan luar negeri setelah rentetan pembakaran Al-Quran, banyak di antaranya dilakukan oleh Momika, yang membuat marah banyak Muslim dan memicu ancaman dari para “jihadis”.
Pada suatu kesempatan di bulan Juni 2023, Momika menginjak-injak kitab suci umat Islam dan membungkusnya dengan daging babi sebelum membakar beberapa halaman, membantingnya hingga tertutup, dan menendangnya seperti bola.
Para demonstran Irak menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad dua kali pada bulan Juli 2023, dan pada kesempatan kedua, mereka memulai pembakaran di dalam kompleks tersebut.
Meskipun pemerintah Swedia mengutuk gelombang pembakaran Al-Quran tersebut, pada awalnya hal itu dianggap sebagai bentuk kebebasan berbicara yang dilindungi.
Dinas Keamanan Swedia mengatakan polisi memimpin penyelidikan.”Tetapi kami mengikuti perkembangan peristiwa dengan seksama untuk melihat dampak apa yang mungkin terjadi pada keamanan Swedia,” katanya.
Tahun lalu, lembaga itu mengatakan pemerintah Iran telah menggunakan jaringan kriminal di Swedia untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap negara, kelompok, dan individu lain.
Media Swedia melaporkan Momika sedang melakukan live-streaming di TikTok saat dia ditembak. Sebuah video yang dilihat oleh Reuters memperlihatkan polisi mengangkat telepon dan mengakhiri live-streaming yang tampaknya berasal dari akun TikTok milik Momika.
Pada tahun 2023, Swedia menaikkan kewaspadaan terorisme ke level tertinggi kedua dan memperingatkan ancaman terhadap warga Swedia di dalam dan luar negeri setelah rentetan pembakaran Al-Quran, banyak di antaranya dilakukan oleh Momika, yang membuat marah banyak Muslim dan memicu ancaman dari para “jihadis”.
Pada suatu kesempatan di bulan Juni 2023, Momika menginjak-injak kitab suci umat Islam dan membungkusnya dengan daging babi sebelum membakar beberapa halaman, membantingnya hingga tertutup, dan menendangnya seperti bola.
Para demonstran Irak menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad dua kali pada bulan Juli 2023, dan pada kesempatan kedua, mereka memulai pembakaran di dalam kompleks tersebut.
Meskipun pemerintah Swedia mengutuk gelombang pembakaran Al-Quran tersebut, pada awalnya hal itu dianggap sebagai bentuk kebebasan berbicara yang dilindungi.
Lihat Juga :