Hamas Memang Sudah Dihajar Habis-habisan oleh Israel, tapi Mereka Tak Terkalahkan

Kamis, 30 Januari 2025 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Attar menegaskan bahwa Abu Obeida tidak mencantumkan nama Mohammed Deif, tokoh yang sulit dipahami yang merupakan salah satu pendiri Brigade al-Qassam. Israel mengklaim telah membunuh Deif pada akhir Juli, tetapi kematian itu tidak pernah diakui secara resmi oleh Hamas.

Di antara yang masih hidup termasuk kepala Hamas de facto di Gaza, Mohammed Sinwar, seorang tokoh yang dianggap Israel lebih keras, terlatih, dan lebih sebagai dalang daripada mendiang saudaranya, Yahya, dan Ezzedine Haddad, yang mengawasi Brigade Qassam di Gaza utara.

4. Jaringan Terowongan Hamas Beroperasi

Tujuan Israel yang dinyatakan juga termasuk menghancurkan infrastruktur Hamas, terutama jaringan terowongannya yang luas. Namun, menurut media Israel, jaringan terowongan Hamas sebagian besar masih beroperasi, meskipun perkiraan tentang seberapa banyak yang masih utuh sangat bervariasi. Anggota Hamas mengatakan kepada ECFR bahwa banyak terowongan telah dipulihkan atau dilestarikan dan, dalam beberapa kasus, bahkan diperluas.

Persenjataan roket Hamas mungkin telah dikuras secara signifikan oleh Israel. Namun, roket rakitan dan primitif tersebut dapat dibangun kembali dengan persenjataan yang belum meledak yang tersisa di sekitar Gaza.

Hamas mendaur ulang "roket, bom, dan peluru artileri Israel yang belum meledak untuk digunakan sebagai alat peledak rakitan dan menghasilkan proyektil baru", kata laporan ECFR.

Kemampuan beradaptasi Hamas sebagai kekuatan tempur, yang dikembangkan selama bertahun-tahun sebagai reaksi terhadap taktik Israel terhadapnya, berarti Hamas telah dibangun untuk menerima banyak pukulan dan tetap dapat terus maju sebagai sebuah organisasi.

5. Popularitas Hamas Terus Naik

Hamas bukan hanya organisasi militer tetapi telah menjalankan pemerintahan Gaza sejak 2006, ketika mengalahkan Fatah dalam pemilihan umum.

Dan sementara popularitas Hamas telah tumbuh di Tepi Barat, terutama sejak serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, di Gaza, beberapa pihak telah menyatakan pendapat yang berbeda terhadap kelompok tersebut. Namun, popularitas Hamas tidak terlalu terpengaruh oleh perang Israel di Gaza, seperti yang ditunjukkan oleh jajak pendapat Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina.

Pendapat tentang kelompok tersebut sangat bervariasi di antara warga Palestina di Gaza. Dukungan untuk Hamas di Gaza sekitar 35 persen, menurut jajak pendapat terbaru pada September 2024, turun tiga poin persentase dari Juni 2024.

Beberapa kritik telah menyerang kegagalan Hamas untuk memprediksi respons Israel yang panjang dan brutal terhadap serangan tersebut. Yang lain mengklaim Hamas menyeret mereka ke dalam perang yang tidak diinginkan oleh warga Gaza, yang hampir semuanya telah kehilangan keluarga, teman, dan rumah mereka.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Trump Sebut Iran Sudah...
Trump Sebut Iran Sudah Tak Berdaya: Angkatan Laut dan Pemimpin Mereka Telah Tiada
Rekomendasi
UNJ Dorong Pendidikan...
UNJ Dorong Pendidikan Inklusif melalui Penguatan Kapasitas Guru di PKBM Ghaisan Cendekia
Pemerintah Bakal Batasi...
Pemerintah Bakal Batasi Konten LGBT, Aturan Teknis Masih Disiapkan
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved