Hamas Memang Sudah Dihajar Habis-habisan oleh Israel, tapi Mereka Tak Terkalahkan

Kamis, 30 Januari 2025 - 01:10 WIB
loading...
Hamas Memang Sudah Dihajar...
Hamas tak terkalahkan meski dibantai Israel. Foto/X
A A A
GAZA - Pada 14 Januari, beberapa hari sebelum gencatan senjata di Gaza berlaku, mantan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berpidato di hadapan khalayak di Atlantic Council di Washington, DC.

Selama 15 bulan terakhir, Blinken telah memainkan peran penting dalam mendukung kampanye militer Israel terhadap Gaza, sebuah kampanye yang oleh organisasi hak asasi manusia digambarkan sebagai genosida, di mana sedikitnya 47.300 warga Palestina telah terbunuh.

Tujuan Israel, sebagaimana dinyatakan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, adalah kekalahan total dan pemusnahan Hamas. Namun, berbicara dalam salah satu penampilan terakhirnya sebagai Menteri Luar Negeri pada 14 Januari, Blinken menyampaikan nada yang berbeda.

“Kami menilai bahwa Hamas telah merekrut pejuang baru hampir sebanyak jumlah yang telah hilang,” kata Blinken. “Itu adalah resep untuk pemberontakan yang berkepanjangan dan perang yang tak berkesudahan.”

Hamas Memang Sudah Dihajar Habis-habisan oleh Israel, tapi Mereka Tak Terkalahkan

1. Ribuan Pejuang Hamas Diperkirakan Tewas

Hamas tidak diragukan lagi telah terpukul keras dalam 15 bulan terakhir, analis dan pakar mengatakan kepada Al Jazeera. Kemungkinan besar telah kehilangan ribuan pejuang, termasuk pemimpin militernya Yahya Sinwar, dan, menurut Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR), persediaan senjatanya menipis.

Namun, saat debu mulai mereda di Gaza, jelas bahwa Hamas belum dibasmi dan masih memiliki kehadiran di Jalur Gaza.

Pejuang Hamas secara menonjol tampil dalam penyerahan tawanan Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Dan anggota pemerintahan sipil yang dijalankan Hamas telah melanjutkan pekerjaan. Jika ada otoritas di Gaza, tampaknya itu tetap Hamas.

2. Hamas Masih Memegang Kendali Penuh di Gaza

"Hamas berkepentingan menciptakan citra kekuatan yang sangat diatur, dan kita harus melihatnya sebagai latihan propaganda," kata Hugh Lovatt dari ECFR kepada Al Jazeera.

Namun, Lovatt menambahkan bahwa setelah "lebih dari setahun pertempuran, para pejuang [Hamas] masih memegang kendali penuh atas Gaza".

"Hamas mencoba menunjukkan kepada Israel bahwa mereka gagal menghancurkannya, tetapi juga bahwa gerakan itu akan memiliki hak veto atas masa depan Gaza karena baik Israel, PA [Otoritas Palestina], maupun komunitas internasional tidak akan dapat memaksakan tata kelola pascakonflik atau pengaturan keamanan," kata Lovatt.

Pemandangan selama pembebasan tawanan telah mengejutkan banyak orang, termasuk warga Palestina di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Banjir Hancurkan Peternakan,...
Banjir Hancurkan Peternakan, Lepaskan Hampir 900 Ular Termasuk Kobra ke Permukiman
Trump: Serangan ke Iran...
Trump: Serangan ke Iran Akan Berakhir sampai Saya Bilang "Cukup"
Rekomendasi
Prabowo Kumpulkan Menteri...
Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana, Ada Apa?
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
Zahara, Putri Angelina...
Zahara, Putri Angelina Jolie dan Brad Pitt Ajukan Penghapusan Nama Belakang sang Ayah
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved