Kebun Binatang China Jual Air Kencing Harimau untuk Obat Rematik, Picu Kecaman

Selasa, 28 Januari 2025 - 15:04 WIB
loading...
Kebun Binatang China...
Kebun binatang di China dikecam karena menjual air kencing atau urine harimau untuk obat rematik. Foto/NDTV
A A A
BEIJING - Sebuah kebun binatang di provinsi Sichuan, China, dikecam karena menjual air kencing (urine) harimau yang diklaim dapat mengobati rematik.

The Yaan Bifengxia Wildlife Zoo, yang objek wisata populer, telah menawarkan botol-botol urine harimau Siberia, dengan per botolnya seharga 50 yuan.

Menurut laporan South China Morning Post, Selasa (28/1/2025), botol-botol yang berisi 250 gram urine itu diklaim memiliki efek terapeutik pada kondisi seperti artritis reumatoid, terkilir, dan nyeri otot.

Penggunaan yang disarankan melibatkan pencampuran urine dengan anggur putih dan mengoleskannya ke area yang dituju dengan irisan jahe.

Baca Juga: Pria Ini Luncurkan Layanan Penjahat Bayaran bagi Orang yang Mau Jadi Pahlawan di Depan Pasangannya

Menurut petunjuk kebun binatang tersebut, urine harimau juga dapat dikonsumsi secara oral, tetapi pengguna disarankan untuk berhenti meminumnya jika mengalami reaksi alergi.

Seorang anggota staf dari area wisata itu mengungkapkan kepada The Paper bahwa urine tersebut dikumpulkan dari sebuah baskom setelah harimau buang air kecil, tetapi masih belum jelas apakah urine itu menjalani proses disinfeksi sebelum dijual kepada pelanggan.

Anggota staf itu mengungkapkan bahwa penjualan urine harimau itu sederhana, dengan tidak lebih dari dua botol terjual per hari.

Pada tahun 2014, kebun binatang itu diduga memberikan urine harimau sebagai hadiah kepada kontestan selebriti di acara realitas luar ruangan.

Seorang apoteker dari Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China Provinsi Hubei telah maju untuk membantah klaim pengobatan seputar urine harimau. Apoteker tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan bahwa urine harimau tidak memiliki dasar dalam pengobatan tradisional China dan tidak memiliki bukti ilmiah untuk mendukung manfaat kesehatan yang diklaimnya.

Dia menyatakan kekhawatiran bahwa mempromosikan pengobatan yang belum terbukti seperti urine harimau tidak hanya salah menggambarkan pengobatan tradisional China tetapi juga merusak upaya konservasi harimau.

Apoteker tersebut memperingatkan wisatawan agar tidak menggunakan zat yang belum diverifikasi, memperingatkan bahwa zat tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan daripada meringankannya.

Seorang praktisi pengobatan tradisional China telah menyuarakan kecaman dan kekhawatiran lebih lanjut tentang penjualan urine harimau oleh kebun binatang tersebut, mempertanyakan kewenangan mereka untuk menjual produk obat-obatan.

Praktisi tersebut menekankan bahwa semua obat-obatan harus melalui persetujuan ketat oleh regulator pemerintah, yang menimbulkan keraguan atas keabsahan kebun binatang dalam menjual urine harimau sebagai produk obat-obatan.

Meskipun ada kekhawatiran ini, staf kebun binatang menyatakan bahwa mereka memiliki izin usaha yang sah untuk menjual urine harimau, meskipun masih belum jelas apakah izin ini secara khusus mengizinkan penjualan produk obat-obatan.

"Obat" yang tidak biasa ini telah menimbulkan kekhawatiran di antara pengunjung dan pengguna internet.

Seorang pengguna internet berkomentar: "Saya membeli beberapa untuk ayah saya karena penasaran, tetapi belum melihat efek apa pun, jadi obat itu dibiarkan begitu saja."

Yang lain berkomentar: "Apakah urine tidak akan menyebarkan bakteri? Sungguh menjijikkan untuk dipikirkan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
Respons China saat AS...
Respons China saat AS Hendak Jual Jet Tempur F-35 ke India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved