Donald Trump: Kita Singkirkan Ideologi Transgender dari Militer AS!

Selasa, 28 Januari 2025 - 10:14 WIB
loading...
Donald Trump: Kita Singkirkan...
Presiden Donald Trump akan meneken perintah eksekutif yang akan menyingkirkan ideologi transgender dari militer AS. Foto/Screengrab video USA Today
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia akan menandatangani perintah eksekutif yang menyingkirkan "ideologi transgender" dari militer Amerika.

Langkah Trump ini akan berdampak besar pada hak-hak lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ).

"Untuk memastikan bahwa kita memiliki kekuatan tempur paling mematikan di dunia, kita akan menyingkirkan ideologi transgender dari militer kita," kata Trump dalam retret kongres Partai Republik di Miami, mencantumkannya sebagai salah satu dari "empat perintah eksekutif baru" yang akan ditandatanganinya terkait dengan angkatan bersenjata, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (28/1/2025).

Baca Juga: Uskup AS Minta LGBT Diampuni, Donald Trump Marah-marah

Warga transgender AS menghadapi perubahan kebijakan yang tidak menentu terkait dinas militer dalam beberapa tahun terakhir, dengan pemerintahan Demokrat berusaha mengizinkan mereka untuk bertugas secara terbuka sementara Trump telah berulang kali berusaha untuk menyingkirkan mereka dari jajaran militer.

Militer AS mencabut larangan pasukan transgender bertugas di angkatan bersenjata pada tahun 2016, selama masa jabatan kedua Barack Obama sebagai presiden dari Partai Demokrat.

Berdasarkan kebijakan tersebut, pasukan transgender yang sudah bertugas diizinkan untuk bekerja secara terbuka, dan rekrutmen transgender kemudian mulai diterima pada 1 Juli 2017.

Namun, pemerintahan Trump yang pertama menunda tanggal tersebut hingga tahun 2018 sebelum memutuskan untuk membatalkan kebijakan tersebut sepenuhnya, yang memicu kritik dari kelompok hak asasi manusia.

Trump mengeklaim bahwa anggota militer transgender mengganggu, mahal, dan mengikis kesiapan militer serta keakraban di antara pasukan.

Penerus Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, bergerak untuk mencabut pembatasan tersebut beberapa hari setelah dia menjabat pada tahun 2021, dengan mengatakan bahwa semua warga Amerika yang memenuhi syarat untuk bertugas harus dapat melakukannya.

Perintah eksekutif Biden memulihkan kebijakan yang ditetapkan oleh Obama, tetapi Trump berjanji setelah pemilihannya untuk masa jabatan kedua tahun lalu bahwa dia akan "mengeluarkan transgender dari militer", di antara berbagai pembatalan hak transgender lainnya.

Meskipun jumlah pasukan transgender di militer Amerika cukup kecil— dengan perkiraan sekitar 15.000 dari lebih dari 2 juta anggota militer berseragam—pemecatan mereka akan mengurangi jumlah pasukan AS pada saat negara tersebut sudah menghadapi kesulitan dalam merekrut personel baru.

Menteri pertahanan Biden yang sudah lengser, Lloyd Austin, tampaknya mengkritik rencana Trump dalam pidato perpisahannya awal bulan ini, dengan mengatakan: "Setiap militer yang menolak patriot yang memenuhi syarat yang ingin bertugas hanya akan membuat dirinya lebih kecil dan lemah."

Isu transgender telah mengguncang politik AS dalam beberapa tahun terakhir, karena negara bagian yang dikuasai oleh Demokrat dan Republik telah bergerak ke arah yang berlawanan dalam berbagai kebijakan, mulai dari perawatan medis hingga buku apa saja yang boleh dibaca di perpustakaan umum atau sekolah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved