Intelijen Ukraina Yakin Kiev Akan Lenyap jika Tidak Menyetujui Gencatan Senjata
Selasa, 28 Januari 2025 - 02:20 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun peta jalan tersebut belum dikonfirmasi, poin-poin utamanya dilaporkan mencakup pembicaraan langsung antara presiden AS dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin untuk membuka jalan bagi gencatan senjata di sepanjang garis depan pada tanggal 20 April dan perjanjian damai pada awal Mei.
Menurut peta jalan tersebut, diyakini bahwa Ukraina akan setuju untuk meninggalkan ambisi keanggotaan NATO-nya, berhenti menindak kekuatan politik yang menganjurkan kerja sama dengan Rusia, dan menjadi anggota UE pada tahun 2030.
Kiev juga dilaporkan akan menahan diri dari upaya untuk merebut kembali bekas wilayahnya dari Moskow tanpa secara resmi mengakui kedaulatan Rusia, dengan Barat berjanji untuk mencabut sebagian sanksi segera setelah kesepakatan damai.
Sementara pejabat Ukraina telah menolak peta jalan tersebut sebagai tipuan, Kremlin belum mengomentari laporan tersebut. Namun, Moskow telah berulang kali mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk melakukan pembicaraan mengenai Ukraina, yang menandakan kesiapan untuk pertemuan puncak Trump-Putin.
Rusia telah mengesampingkan pembekuan konflik, dengan alasan bahwa Kiev akan menggunakan jeda tersebut untuk mempersenjatai diri, sambil bersikeras bahwa perdamaian hanya dapat dicapai jika Ukraina berkomitmen pada netralitas permanen, demiliterisasi, dan denazifikasi.
Menurut peta jalan tersebut, diyakini bahwa Ukraina akan setuju untuk meninggalkan ambisi keanggotaan NATO-nya, berhenti menindak kekuatan politik yang menganjurkan kerja sama dengan Rusia, dan menjadi anggota UE pada tahun 2030.
Kiev juga dilaporkan akan menahan diri dari upaya untuk merebut kembali bekas wilayahnya dari Moskow tanpa secara resmi mengakui kedaulatan Rusia, dengan Barat berjanji untuk mencabut sebagian sanksi segera setelah kesepakatan damai.
Sementara pejabat Ukraina telah menolak peta jalan tersebut sebagai tipuan, Kremlin belum mengomentari laporan tersebut. Namun, Moskow telah berulang kali mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk melakukan pembicaraan mengenai Ukraina, yang menandakan kesiapan untuk pertemuan puncak Trump-Putin.
Rusia telah mengesampingkan pembekuan konflik, dengan alasan bahwa Kiev akan menggunakan jeda tersebut untuk mempersenjatai diri, sambil bersikeras bahwa perdamaian hanya dapat dicapai jika Ukraina berkomitmen pada netralitas permanen, demiliterisasi, dan denazifikasi.
(ahm)
Lihat Juga :