Ini Respons Israel dan Hamas soal Trump Ingin Gusur Warga Gaza ke Yordania dan Mesir
Senin, 27 Januari 2025 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
"Ide untuk membantu mereka menemukan tempat lain untuk memulai kehidupan yang lebih baik adalah ide yang bagus. Setelah bertahun-tahun mengagungkan terorisme, mereka akan mampu membangun kehidupan yang baru dan baik di tempat lain," kata Smotrich dalam sebuah pernyataan.
"Hanya pemikiran yang tidak biasa dengan solusi baru yang akan menghasilkan solusi perdamaian dan keamanan. Saya akan, dengan pertolongan Tuhan, bekerja sama dengan perdana menteri dan kabinet untuk memastikan adanya rencana operasional untuk melaksanakan ini sesegera mungkin," imbuhnya.
Sebagian besar warga Gaza adalah pengungsi Palestina atau keturunan mereka. Segala upaya untuk memindahkan mereka dari Gaza dapat membangkitkan kenangan sejarah kelam tentang apa yang disebut dunia Arab sebagai "Nakba" atau bencana—pemindahan paksa massal warga Palestina selama pembentukan negara Israel pada tahun 1948.
Kelompok Jihad Islam Palestina mengecam gagasan Trump merelokasi warga Gaza ke Mesir dan Yordania, menyebutnya sebagai dorongan untuk "kejahatan perang".
Menggambarkan gagasan Trump sebagai "menyedihkan”, kelompok itu, yang berperang mematikan bersama Hamas melawan Israel di Gaza hingga gencatan senjata pada 19 Januari, menyatakan: "Usulan ini termasuk dalam kerangka mendorong kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan memaksa orang-orang kami meninggalkan tanah mereka."
Seorang pejabat senior Hamas juga mengatakan bahwa mereka akan menentang gagasan Trump merelokasi warga Gaza ke Mesir dan Yordania.
"Hanya pemikiran yang tidak biasa dengan solusi baru yang akan menghasilkan solusi perdamaian dan keamanan. Saya akan, dengan pertolongan Tuhan, bekerja sama dengan perdana menteri dan kabinet untuk memastikan adanya rencana operasional untuk melaksanakan ini sesegera mungkin," imbuhnya.
Sebagian besar warga Gaza adalah pengungsi Palestina atau keturunan mereka. Segala upaya untuk memindahkan mereka dari Gaza dapat membangkitkan kenangan sejarah kelam tentang apa yang disebut dunia Arab sebagai "Nakba" atau bencana—pemindahan paksa massal warga Palestina selama pembentukan negara Israel pada tahun 1948.
Hamas dan Sekutunya Menentang Ide Trump
Kelompok Jihad Islam Palestina mengecam gagasan Trump merelokasi warga Gaza ke Mesir dan Yordania, menyebutnya sebagai dorongan untuk "kejahatan perang".
Menggambarkan gagasan Trump sebagai "menyedihkan”, kelompok itu, yang berperang mematikan bersama Hamas melawan Israel di Gaza hingga gencatan senjata pada 19 Januari, menyatakan: "Usulan ini termasuk dalam kerangka mendorong kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan memaksa orang-orang kami meninggalkan tanah mereka."
Seorang pejabat senior Hamas juga mengatakan bahwa mereka akan menentang gagasan Trump merelokasi warga Gaza ke Mesir dan Yordania.
Lihat Juga :