Hamas: Israel akan Bebaskan Lebih dari 1.700 Warga Palestina selama Gencatan Senjata

Sabtu, 25 Januari 2025 - 14:01 WIB
loading...
Hamas: Israel akan Bebaskan...
Ratusan sandera Palestina yang dibebaskan dalam pertukaran sandera antara Israel dan Hamas disambut ratusan orang di Beitunia, Tepi Barat, pada 20 Januari 2025. Foto/Issam Rimawi/Anadolu Agency
A A A
GAZA - Lebih dari 1.700 warga Palestina akan dibebaskan berdasarkan ketentuan kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani antara Hamas dan Israel, menurut Kepala Hamas di Tepi Barat, Zahir Jabarin.

Dia menekankan, "Kesepakatan tersebut terus berlanjut meskipun ada beberapa pelanggaran oleh pendudukan Zionis. Namun, berkat tekad perlawanan, keinginan rakyat kami, dan pengaruh yang dimiliki perlawanan, kami bergerak ke arah yang benar."

Jabarin menambahkan, "Tahanan kami akan dibebaskan, dan ini akan menandai awal baru bagi seluruh rakyat Palestina. Perlawanan telah berhasil mencapai kesepakatan nasional yang signifikan, memastikan pembebasan lebih dari 1.700 tahanan Palestina yang mewakili semua faksi Palestina."

Dia menjelaskan, "Setelah para tahanan dibebaskan pada hari ketujuh, rakyat kami akan diizinkan untuk bergerak bebas dari utara ke selatan (Gaza) dan sebaliknya. Peta dan rencana bertahap pada awalnya akan memandu proses ini hingga semua hambatan di Poros Netzarim disingkirkan."

“Rincian operasi di Perlintasan Rafah akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang,” imbuh dia.

Mengenai wilayah Tepi Barat yang diduduki, tempat pasukan pendudukan Israel telah mengintensifkan serangan militer mereka, Jabarin mengatakan, “Orang-orang kami di Tepi Barat tidak bersenjata dan hanya memiliki peralatan sederhana untuk melawan pendudukan, namun mereka menggambarkan orang-orang kami sebagai orang yang bersenjata lengkap dan menyerang para penjajah dan penjahat ini, yang telah diperlengkapi dengan lebih dari 200.000 senjata oleh menteri keamanan Israel Itamar Ben-Gvir.”

Baca juga: Rusia Respons Usulan AS untuk Akhiri Konflik Ukraina dalam 100 Hari
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Nah, Tak Ada Agenda...
Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini
Rekomendasi
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Berita Terkini
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Infografis
Putin Umumkan Gencatan...
Putin Umumkan Gencatan Senjata Sepihak selama 30 Jam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved