Kisah Muammar Gaddafi Panggil 200 Wanita Muda Italia, Diajak Masuk Islam
Sabtu, 25 Januari 2025 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut kantor berita Italia Ansa, sekitar 200 orang melewati gerbang yang dijaga ketat, di mana seorang penjaga keamanan bersikeras kepada wartawan bahwa mereka berkumpul untuk "konferensi medis".
Setelah tertunda selama satu jam, Gaddafi muncul, mengenakan seragam hitam dengan baret hitam.
Saat dia memulai pidatonya, anggota perempuan dari rombongannya membagikan salinan Al-Qur'an yang dicetak timbul dan karya besar sang kolonel sendiri, The Green Book.
Gaddafi, yang tiba di Roma pada hari Minggu untuk menghadiri pertemuan puncak organisasi pangan dan pertanian PBB, juga mengatakan kepada hadirin bahwa dia dapat memperoleh informasi yang dapat dipercaya bahwa Yesus tidak disalib.
"Tuhan di surga telah mengambilnya. Mereka menyalibkan seseorang yang mirip dengannya," ujar pemimpin Libya tersebut seperti dikutip seorang reporter Ansa yang menyamar sebagai wanita pelayan.
Dengan mengklaim bahwa dia "mendukung dan bersama wanita", Gaddafi mengkritik cara para wanita diperlakukan di negara-negara.
"Mereka sering diperlakukan seperti perabot, diganti kapan pun pria menginginkannya. Dan itu adalah ketidakadilan," ujar Gaddafi.
Setelah tertunda selama satu jam, Gaddafi muncul, mengenakan seragam hitam dengan baret hitam.
Saat dia memulai pidatonya, anggota perempuan dari rombongannya membagikan salinan Al-Qur'an yang dicetak timbul dan karya besar sang kolonel sendiri, The Green Book.
Gaddafi, yang tiba di Roma pada hari Minggu untuk menghadiri pertemuan puncak organisasi pangan dan pertanian PBB, juga mengatakan kepada hadirin bahwa dia dapat memperoleh informasi yang dapat dipercaya bahwa Yesus tidak disalib.
"Tuhan di surga telah mengambilnya. Mereka menyalibkan seseorang yang mirip dengannya," ujar pemimpin Libya tersebut seperti dikutip seorang reporter Ansa yang menyamar sebagai wanita pelayan.
Dengan mengklaim bahwa dia "mendukung dan bersama wanita", Gaddafi mengkritik cara para wanita diperlakukan di negara-negara.
"Mereka sering diperlakukan seperti perabot, diganti kapan pun pria menginginkannya. Dan itu adalah ketidakadilan," ujar Gaddafi.
Lihat Juga :