Trump Siap Bertemu Putin Kapan Saja untuk Bahas Perang Rusia-Ukraina
Kamis, 23 Januari 2025 - 17:30 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden AS Donald Trump pada periode pertama pemerintahannya. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump siap bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin kapan saja untuk membahas penyelesaian diplomatik atas konflik antara Moskow dan Kiev.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari Selasa (21/1/2025), Trump mengulangi klaim sebelumnya bahwa jika dia menjadi presiden pada tahun 2022, krisis Ukraina “tidak akan pernah terjadi.”
“Rusia tidak akan pernah masuk ke Ukraina. Saya memiliki pemahaman yang sangat kuat dengan Putin,” tegas Trump.
Trump menggambarkan pemimpin Rusia itu sebagai “cerdas” dan bersikeras, “Putin melancarkan operasi militer di negara tetangga itu hanya karena dia tidak menghormati (Presiden AS saat itu Joe) Biden.”
Kepala negara AS itu kembali menegaskan dia sekarang tertarik untuk segera menemukan cara menghentikan konflik Ukraina, dengan mengatakan, “Saya ingin melihat itu berakhir.”
“Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ingin berdamai. Ia telah mengatakan itu kepada saya dengan sangat tegas… tetapi butuh dua orang untuk berdansa,” jelas Trump.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari Selasa (21/1/2025), Trump mengulangi klaim sebelumnya bahwa jika dia menjadi presiden pada tahun 2022, krisis Ukraina “tidak akan pernah terjadi.”
“Rusia tidak akan pernah masuk ke Ukraina. Saya memiliki pemahaman yang sangat kuat dengan Putin,” tegas Trump.
Trump menggambarkan pemimpin Rusia itu sebagai “cerdas” dan bersikeras, “Putin melancarkan operasi militer di negara tetangga itu hanya karena dia tidak menghormati (Presiden AS saat itu Joe) Biden.”
Kepala negara AS itu kembali menegaskan dia sekarang tertarik untuk segera menemukan cara menghentikan konflik Ukraina, dengan mengatakan, “Saya ingin melihat itu berakhir.”
“Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ingin berdamai. Ia telah mengatakan itu kepada saya dengan sangat tegas… tetapi butuh dua orang untuk berdansa,” jelas Trump.
Lihat Juga :