7 Kebijakan Joe Biden yang Dicabut Donald Trump setelah Resmi Jadi Presiden AS
Rabu, 22 Januari 2025 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada situs web Gedung Putih, tertulis bahwa Trump mencabut Perintah Eksekutif 14115 yang dikeluarkan pada 1 Februari 2024 yang mengizinkan penerapan sanksi tertentu pada orang yang merusak perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Tepi Barat.
Sanksi AS terhadap pemukim sebelumnya dijatuhkan setelah pemerintahan Biden berulang kali mendesak pemerintah Israel untuk mengambil tindakan guna meminta pertanggungjawaban para ekstremis atas tindakan yang diyakini menghancurkan harapan bagi solusi dua negara antara Israel dan Palestina. Sayangnya, kebijakan itu dicabut oleh Trump.
Donald Trump yang baru dilantik ikut mencabut keputusan pemerintahan Biden untuk menghapus Kuba dari daftar negara sponsor terorisme. Keputusan ini secara efektif membuat Kuba tetap berada dalam daftar yang dimasukkan Trump sendiri saat masa jabatan pertamanya pada 2021.
Menanggapi kabar tersebut, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel ikut buka suara. Melalui media sosial, dia menyebut keputusan Trump untuk mencabut tindakan Biden sebagai tindakan ejekan dan pelecehan.
Kuba selalu ini memang tegas membantah mendukung terorisme. Sebagai bukti, mereka mulai membebaskan sejumlah kecil tahanan dalam bagian dari rencana lebih luas yang dinegosiasikan dengan Vatikan.
Beberapa jam setelah menjabat, Trump segera bergerak memenuhi janji kampanye untuk mencabut kebijakan yang ditetapkan pemerintahan Biden. Di antaranya selusin tindakan yang mendukung kesetaraan ras dan memerangi diskriminasi terhadap kaum gay serta transgender.
Amerika Serikat hanya akan mengakui dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Trump memerintahkan pemerintahannya bergerak untuk segera mengakhiri berbagai kebijakan yang bertujuan mempromosikan kesetaraan ras dan melindungi hak-hak bagi orang-orang LGBTQ+.
"Minggu ini, saya juga akan mengakhiri kebijakan pemerintah yang mencoba merekayasa ras dan gender secara sosial ke dalam setiap aspek kehidupan publik dan pribadi," kata Trump dalam pidato pelantikannya.
Perintah eksekutif Trump yang berjudul "Unleashing American Energy" mengarahkan tinjauan langsung terhadap aktivitas lembaga yang berpotensi membebani pengembangan sumber daya energi domestik. Setelah sebulan, lembaga-lembaga tersebut diharuskan memiliki rencana aksi untuk melawan peraturan sebelumnya yang menghambat pengembangan energi.
Sanksi AS terhadap pemukim sebelumnya dijatuhkan setelah pemerintahan Biden berulang kali mendesak pemerintah Israel untuk mengambil tindakan guna meminta pertanggungjawaban para ekstremis atas tindakan yang diyakini menghancurkan harapan bagi solusi dua negara antara Israel dan Palestina. Sayangnya, kebijakan itu dicabut oleh Trump.
3. Penghapusan Kuba dari Daftar Negara Sponsor Teroris
Donald Trump yang baru dilantik ikut mencabut keputusan pemerintahan Biden untuk menghapus Kuba dari daftar negara sponsor terorisme. Keputusan ini secara efektif membuat Kuba tetap berada dalam daftar yang dimasukkan Trump sendiri saat masa jabatan pertamanya pada 2021.
Menanggapi kabar tersebut, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel ikut buka suara. Melalui media sosial, dia menyebut keputusan Trump untuk mencabut tindakan Biden sebagai tindakan ejekan dan pelecehan.
Kuba selalu ini memang tegas membantah mendukung terorisme. Sebagai bukti, mereka mulai membebaskan sejumlah kecil tahanan dalam bagian dari rencana lebih luas yang dinegosiasikan dengan Vatikan.
4. Perlindungan Keragaman dan Hak LGBTQ
Beberapa jam setelah menjabat, Trump segera bergerak memenuhi janji kampanye untuk mencabut kebijakan yang ditetapkan pemerintahan Biden. Di antaranya selusin tindakan yang mendukung kesetaraan ras dan memerangi diskriminasi terhadap kaum gay serta transgender.
Amerika Serikat hanya akan mengakui dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Trump memerintahkan pemerintahannya bergerak untuk segera mengakhiri berbagai kebijakan yang bertujuan mempromosikan kesetaraan ras dan melindungi hak-hak bagi orang-orang LGBTQ+.
"Minggu ini, saya juga akan mengakhiri kebijakan pemerintah yang mencoba merekayasa ras dan gender secara sosial ke dalam setiap aspek kehidupan publik dan pribadi," kata Trump dalam pidato pelantikannya.
5. Regulasi Inisiatif Energi Bersih
Perintah eksekutif Trump yang berjudul "Unleashing American Energy" mengarahkan tinjauan langsung terhadap aktivitas lembaga yang berpotensi membebani pengembangan sumber daya energi domestik. Setelah sebulan, lembaga-lembaga tersebut diharuskan memiliki rencana aksi untuk melawan peraturan sebelumnya yang menghambat pengembangan energi.
Lihat Juga :