Donald Trump Ingin Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu: Tak Dapat Diterima!

Selasa, 21 Januari 2025 - 07:47 WIB
loading...
Donald Trump Ingin Relokasi...
Tim presiden terpilih AS Donald Trump disebut berencana merelokasi 2 juta warga Gaza ke Indonesia. Kementerian Luar Negeri Indonesia tegaskan opsi semacam itu tidak dapat diterima. Foto/via DAWN
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengatakan opsi merelokasi 2 juta warga Palestina di Jalur Gaza ke Indonesia merupakan langkah yang tidak dapat diterima.

Pernyataan Kemlu ini muncul sebagai respons atas laporan media Amerika Serikat (AS); NBC, yang menyebutkan bahwa tim presiden terpilih AS berencana merelokasi sekitar 2 juta warga Gaza untuk sementara selama rekonstruksi wilayah itu pascaperang Israel-Hamas.

Menurut laporan tersebut, Indonesia dipertimbangkan sebagai lokasi tuan rumah untuk relokasi warga Gaza.

Baca Juga: Donald Trump Disebut Bakal Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia

Berikut pernyataan resmi Kemlu Indonesia yang dirilis Selasa (21/1/2025).

"Pemerintah RI tidak pernah memperoleh informasi apapun, dari siapapun, maupun rencana apapun terkait relokasi sebagian dari 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia sebagai salah satu bagian dari upaya rekonstruksi pascakonflik."

"Pemerintah menghindari berspekulasi tentang isu tersebut tanpa adanya informasi yang lebih jelas."

"Indonesia tetap tegas dengan posisi: segala upaya untuk memindahkan warga Gaza tidak dapat diterima. Upaya untuk mengurangi penduduk Gaza hanya akan mempertahankan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina dan sejalan dengan strategi yang lebih besar yang bertujuan untuk mengusir orang Palestina dari Gaza."

"Gencatan senjata di Gaza harus menjadi momentum untuk memulai dialog dan negosiasi guna mewujudkan solusi dua negara, sesuai hukum internasional dan parameter internasional yang telah disepakati."

Laporan NBC mengeklaim mengutip pejabat tim transisi Trump secara anonim, yang mengatakan bahwa salah satu negara tuan rumah sementara yang dipertimbangkan untuk pengungsi adalah Indonesia.

NBC juga melaporkan bahwa utusan AS untuk Timur Tengah yang baru, Steve Witkoff, sedang mempertimbangkan kunjungan ke Gaza yang dilanda perang, sebagai bagian dari upaya untuk mempertahankan kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

"Anda harus melihatnya, Anda harus merasakannya," kata pejabat transisi Trump yang dikutip NBC, menambahkan bahwa dengan melakukan hal itu akan memungkinkan Witkoff untuk melihat sendiri dinamika yang terjadi di lapangan, daripada mempercayai perkataan Israel begitu saja.

Menurut sumber tersebut, Witkoff berupaya untuk mencapai stabilitas jangka panjang bagi Israel dan dua juta warga Palestina yang mengungsi, jalan yang tercakup dalam tiga tahap kesepakatan yang diselesaikan minggu lalu.

Pejabat itu menambahkan, "Jika kita tidak membantu warga Gaza, jika kita tidak membuat hidup mereka lebih baik, jika kita tidak memberi mereka harapan, akan terjadi pemberontakan."

Pertemuan Witkoff dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 11 Januari sangat penting dalam penyelesaian kesepakatan.

Pejabat Amerika itu secara terbuka telah mengonfrontasi PM Netanyahu dengan mengatakan: "Jika Anda tidak berniat membuat kesepakatan, katakan saja kepada saya, dan saya akan naik pesawat dan pulang."

Menurutnya, Witkoff menekankan kepada Netanyahu seberapa besar yang telah dilakukan Trump untuk Israel dalam masa jabatan pertamanya sebagai presiden AS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Terungkap! Pesawat Hantam...
Terungkap! Pesawat Hantam Gedung di China Sebelumnya Nyaris Tabrak Pesawat Airbus A330
Rekomendasi
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved