Hamas Bebaskan 3 Sandera Israel dan Diberi Tas Hadiah, Ini Isinya

Senin, 20 Januari 2025 - 11:39 WIB
loading...
Hamas Bebaskan 3 Sandera...
Hamas bebaskan tiga sandera Israel dan memberi mereka tas hadiah. Foto/Palestine Chronicle
A A A
GAZA - Hamas telah membebaskan tiga sandera Israel dengan imbalan pembebasan lebih dari 90 tahanan Palestina berdasarkan ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Ketiga sandera perempuan tersebut dibebaskan setelah 471 hari ditawan di Gaza. Hamas juga memberi mereka "tas hadiah" untuk dibawa pulang.

Kelompok kampanye Forum Sandera dan Keluarga Hilang mengidentifikasi ketiga sandera yang dibebaskan sebagai Emily Damari, Romi Gonen, dan Doron Steinbrecher.

Baca Juga: Daftar Lengkap 33 Sandera Israel yang Akan Dibebaskan Hamas dalam Gencatan Senjata

Mereka diberi "tas hadiah" sebelum diserahkan ke Palang Merah Internasional (IRC).

Namun, "tas hadiah" itu membuat media Israel; Ynet, geram karena isinya dianggap sebagai "permainan sinis".

Menurut laporan Ynet, Senin (20/1/2025), tas-tas itu berisi foto-foto mereka saat ditawan, foto kenangan Gaza, dan semacam sertifikat.

Ketiga sandera difilmkan sedang dimasukkan ke dalam mobil, lalu, tanpa sepatah kata pun, seorang milisi Hamas menyerahkan masing-masing tas kertas dengan lambang kelompok tersebut di atasnya.

Foto-foto yang dibagikan ke media sosial menunjukkan reuni emosional ketiga wanita itu dengan keluarga mereka di fasilitas Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di dekat perbatasan Gaza.

Juru bicara pemerintah Israel David Mencer mengatakan kepada Sky News Australia: “Tidak ada yang tidak menitikkan air mata di negara ini, saya jamin itu” ketika para wanita itu dipertemukan kembali dengan ibu mereka.

“Kita, sebagai sebuah bangsa, telah bersama-sama menahan napas saat memikirkan ketiga putri Israel yang berharga ini pulang ke rumah,” kata Mencer.

“Saat ini, melihat para wanita muda itu dipersatukan kembali dengan orang tua mereka merupakan hasil yang paling luar biasa yang dapat diingat oleh negara ini," ujarnya.

Emily Damari, yang terluka dalam penembakan pada 7 Oktober 2023, kehilangan dua jarinya selama penyerangan itu, menurut keluarganya.

Gambar-gambar dirilis menunjukkan dia mengangkat tangan kirinya yang diperban, menunjukkan luka, dalam panggilan video dengan anggota keluarganya saat itu.

“Setelah 471 hari—Emily akhirnya pulang,” kata ibunya, Mandy Damari, dalam sebuah pernyataan.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih dari lubuk hati kami yang terdalam kepada semua orang yang berjuang tanpa lelah untuk Emily selama masa sulit ini. Kepada semua orang yang bersuara dan memanggil namanya, di Israel, Inggris, Amerika Serikat, dan seluruh dunia—terima kasih. Berkat kalian, Emily pulang," paparnya.

“Mimpi buruk Emily di Gaza telah berakhir, tetapi masih banyak keluarga yang masih menunggu dalam kesakitan. Kita harus bekerja sama untuk membebaskan semua korban penculikan, hingga yang terakhir. Mereka yang masih ditawan membutuhkan bantuan kemanusiaan segera," ujarnya.

“Kami meminta media untuk menghormati privasi Emily dan keluarga kami saat ini," imbuh dia.

Romi Gonen (23) ditembak di lengan dan diculik oleh milisi Hamas di festival musik Nova. Keluarganya, yang telah mengadvokasi pembebasannya, menggambarkannya sebagai "salah satu gadis terlucu yang saya kenal", yang dicintai oleh teman-temannya dan pelanggan di restoran mewah Tel Aviv tempat dia bekerja sebagai pelayan.

Sementara itu, Kementerian Kehakiman Israel menerbitkan daftar 95 warga Palestina yang akan dibebaskan mulai hari Minggu. Mereka termasuk 69 wanita, 16 pria, dan 10 anak di bawah umur.

Layanan Penjara Israel mengatakan akan mencegah "pertunjukan kegembiraan di depan umum" saat tahanan Palestina dibebaskan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Pernikahan Tragis! Ayah...
Pernikahan Tragis! Ayah Mempelai Wanita Tewas akibat Serangan Jantung setelah Ribut soal Mahar
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved