Jelang Pelantikan Donald Trump, Ribuan Warga AS Gelar Demonstrasi di Washington

Minggu, 19 Januari 2025 - 17:05 WIB
loading...
A A A
Seorang perempuan lain, Kayla, mengatakan bahwa berbagai emosi yang membuatnya turun ke jalan di ibu kota negara itu.

"Sejujurnya, saya marah, sedih, dan kewalahan," katanya.

Baca Juga: Jelang Pelantikan Trump, Setiap Warga AS Menanggung Utang Negara sebesar Rp1,7 Miliar

Periode pertama People's March diadakan setelah Trump mengalahkan calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton pada tahun 2016.

Para perempuan menyerukan protes sehari setelah pelantikan pertama Trump dan ratusan ribu orang menanggapinya.

Gerakan itu menyebar ke luar ibu kota negara itu dengan jutaan perempuan di seluruh AS membawa poster-poster yang mengecam presiden dari Partai Republik itu dan mengenakan "topi vagina" rajutan berwarna merah muda - sebuah referensi ke rekaman yang bocor di mana Trump membanggakan tentang memegang alat kelamin perempuan.

Pawai Perempuan tetap menjadi bagian penting dari apa yang disebut perlawanan terhadap agenda Trump pada tahun-tahun berikutnya.

Namun, tidak ada pawai berikutnya yang berskala sama.

Sementara itu, Trump tiba di Washington DC pada Sabtu sore untuk memulai perayaan pelantikannya dengan acara pribadi yang menampilkan kembang api di klub golf miliknya di pinggiran kota Virginia.

Penyelenggara pawai mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk menghadapi Trump dengan "memanfaatkan keberhasilan masa lalu dan strategi yang efektif melawan para otokrat".

Sekelompok kecil pendukung Trump berada di Monumen Washington pada Sabtu. Melihat para pria bertopi merah Make America Great Again, seorang pemimpin Pawai Rakyat dengan megafon mendekat sambil meneriakkan: "Tolak Trump, tolak KKK."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Berita Terkini
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved