Donald Trump Akan Tunjuk Bodyguard Pribadinya sebagai Bos Secret Service
Minggu, 19 Januari 2025 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
“Sean adalah seorang patriot yang hebat dan akan menghentikan semua kegilaan ini untuk selamanya. Tidak ada orang yang lebih baik untuk posisi ini!" imbuh dia.
Pada Juli tahun lalu, di Butler, seorang pria bersenjata berhasil mencapai jarak 150 meter dan melepaskan beberapa tembakan sebelum terbunuh, menyerempet telinga Trump, menewaskan seorang peserta kampanye, dan melukai dua lainnya.
Pria bersenjata lainnya ditangkap pada bulan September setelah dia melakukan penyergapan di lapangan golf milik Trump di Florida.
Salah satu kritik utama yang ditujukan kepada USSS, polisi setempat, dan lembaga penegak hukum federal setelah upaya pembunuhan pertama terhadap Trump adalah komunikasi mereka yang tidak efektif, yang memungkinkan pria bersenjata tersebut melanggar keamanan dan mencapai jarak 150 meter dari Trump dengan senapan.
Seorang sniper USSS membunuh pria bersenjata tersebut, yang diidentifikasi sebagai Thomas Crooks, setelah dia melepaskan beberapa tembakan.
"Trump menginginkan seseorang yang dapat dipercaya, dan mereka jelas telah mengembangkan ikatan setelah [penembakan di] Pennsylvania," kata Bill Gage, mantan agen USSS di bawah Presiden George W Bush dan Barack Obama, kepada Fox News, yang dilansir Minggu (19/1/2025).
Pada Juli tahun lalu, di Butler, seorang pria bersenjata berhasil mencapai jarak 150 meter dan melepaskan beberapa tembakan sebelum terbunuh, menyerempet telinga Trump, menewaskan seorang peserta kampanye, dan melukai dua lainnya.
Pria bersenjata lainnya ditangkap pada bulan September setelah dia melakukan penyergapan di lapangan golf milik Trump di Florida.
Salah satu kritik utama yang ditujukan kepada USSS, polisi setempat, dan lembaga penegak hukum federal setelah upaya pembunuhan pertama terhadap Trump adalah komunikasi mereka yang tidak efektif, yang memungkinkan pria bersenjata tersebut melanggar keamanan dan mencapai jarak 150 meter dari Trump dengan senapan.
Seorang sniper USSS membunuh pria bersenjata tersebut, yang diidentifikasi sebagai Thomas Crooks, setelah dia melepaskan beberapa tembakan.
"Trump menginginkan seseorang yang dapat dipercaya, dan mereka jelas telah mengembangkan ikatan setelah [penembakan di] Pennsylvania," kata Bill Gage, mantan agen USSS di bawah Presiden George W Bush dan Barack Obama, kepada Fox News, yang dilansir Minggu (19/1/2025).
Lihat Juga :