2 Hakim Mahkamah Agung Iran Dibunuh, Pelaku Bunuh Diri saat Akan Ditangkap
Minggu, 19 Januari 2025 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
“Segera setelah aksi teroris itu, ada upaya untuk menangkap pria bersenjata itu, yang dengan cepat bunuh diri," kata para pejabat Iran, seraya menegaskan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Sementara para pejabat Iran tidak menyalahkan siapa pun atas serangan ini, mereka menunjukkan bahwa selama setahun terakhir, tindakan ekstensif telah diambil oleh pengadilan untuk mengidentifikasi, menangkap, dan mengadili agen dan elemen yang berafiliasi dengan rezim Zionis Israel.
Razini menjadi sasaran upaya pembunuhan pada tahun 1998, ketika penyerang dengan sepeda motor menempelkan bom magnetik ke kendaraannya, melukai hakim tersebut. Razini sedang memimpin pengadilan Teheran saat itu.
Kedua hakim tersebut dilaporkan terlibat dalam dugaan pembersihan para pembangkang pada tahun 1988 di akhir perang Iran-Irak yang berkepanjangan. Saat itu, target utama otoritas Iran adalah apa yang disebut Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (MEK), yang menyerbu negara itu dengan pasukan berkekuatan 7.000 orang yang didukung oleh Irak.
MEK, yang menganut perpaduan ideologis antara prinsip-prinsip Islam dan Marxisme revolusioner, telah bermarkas di Albania selama beberapa dekade. Para pejabat Iran mengeklaim para milisi kelompok itu telah menewaskan lebih dari 12.000 warga sipil sejak revolusi Islam 1979.
Sementara para pejabat Iran tidak menyalahkan siapa pun atas serangan ini, mereka menunjukkan bahwa selama setahun terakhir, tindakan ekstensif telah diambil oleh pengadilan untuk mengidentifikasi, menangkap, dan mengadili agen dan elemen yang berafiliasi dengan rezim Zionis Israel.
Razini menjadi sasaran upaya pembunuhan pada tahun 1998, ketika penyerang dengan sepeda motor menempelkan bom magnetik ke kendaraannya, melukai hakim tersebut. Razini sedang memimpin pengadilan Teheran saat itu.
Kedua hakim tersebut dilaporkan terlibat dalam dugaan pembersihan para pembangkang pada tahun 1988 di akhir perang Iran-Irak yang berkepanjangan. Saat itu, target utama otoritas Iran adalah apa yang disebut Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (MEK), yang menyerbu negara itu dengan pasukan berkekuatan 7.000 orang yang didukung oleh Irak.
MEK, yang menganut perpaduan ideologis antara prinsip-prinsip Islam dan Marxisme revolusioner, telah bermarkas di Albania selama beberapa dekade. Para pejabat Iran mengeklaim para milisi kelompok itu telah menewaskan lebih dari 12.000 warga sipil sejak revolusi Islam 1979.
(mas)
Lihat Juga :