Houthi Yaman akan Terus Menyerang jika Gencatan Senjata Gaza Dilanggar Israel
Jum'at, 17 Januari 2025 - 19:23 WIB
loading...
Abdulmalik Al-Houthi, pemimpin kelompok Houthi, menyampaikan pidato melalui layar yang dipasang di Masjid Al Sha’ab saat Houthi menghadiri upacara peringatan 20 tahun pembunuhan pendiri Gerakan Houthi, Hussein Badreddin al-Houthi di Sana’a, Yaman pada 6 F
A
A
A
SANAA - Pemimpin kelompok Houthi Yaman mengatakan kelompok itu akan memantau pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza dan melanjutkan serangannya terhadap kapal-kapal Israel jika kesepakatan itu dilanggar.
Kelompok Houthi telah menargetkan kapal-kapal menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak di perairan dekat pantai Yaman untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan Palestina.
Houthi telah lama mengatakan mereka akan menghentikan operasi-operasi ini jika konflik selama 15 bulan itu berakhir.
Gencatan senjata diperkirakan akan berlangsung pada hari Minggu (19/1/2025).
“Kami akan terus memantau perkembangan di Palestina selama tiga hari sebelum berlakunya perjanjian Gaza. Jika pembantaian Israel terus berlanjut, kami akan melanjutkan operasi kami,” ujar Abdul Malik Al-Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi.
“Pada tahap mana pun di mana agresi mundur dari perjanjian, kami akan siap memberikan dukungan militer kepada saudara-saudara Palestina kami,” tegas dia.
Kelompok Houthi telah melancarkan lebih dari 100 serangan terhadap kapal-kapal sejak November 2023 dan telah menenggelamkan dua kapal, menyita satu kapal lagi, dan menewaskan empat pelaut.
Kelompok Houthi telah menargetkan kapal-kapal menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak di perairan dekat pantai Yaman untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan Palestina.
Houthi telah lama mengatakan mereka akan menghentikan operasi-operasi ini jika konflik selama 15 bulan itu berakhir.
Gencatan senjata diperkirakan akan berlangsung pada hari Minggu (19/1/2025).
“Kami akan terus memantau perkembangan di Palestina selama tiga hari sebelum berlakunya perjanjian Gaza. Jika pembantaian Israel terus berlanjut, kami akan melanjutkan operasi kami,” ujar Abdul Malik Al-Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi.
“Pada tahap mana pun di mana agresi mundur dari perjanjian, kami akan siap memberikan dukungan militer kepada saudara-saudara Palestina kami,” tegas dia.
Kelompok Houthi telah melancarkan lebih dari 100 serangan terhadap kapal-kapal sejak November 2023 dan telah menenggelamkan dua kapal, menyita satu kapal lagi, dan menewaskan empat pelaut.
Lihat Juga :