Gedung Putih Ungkap Gencatan Senjata Gaza Bisa Terjadi Pekan Ini

Selasa, 14 Januari 2025 - 16:38 WIB
loading...
Gedung Putih Ungkap...
Warga Gaza melihat kerusakan akibat serangan rudal Israel. Foto/anadolu
A A A
JALUR GAZA - Perundingan di Qatar tentang mengakhiri konflik antara Israel dan Hamas hampir berhasil, menurut Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan.

Israel telah membunuh lebih dari 46.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Rezim Zionis terus melanjutkan pembantaian dan blokade total di wilayah kantong tersebut.

"Kami hampir mencapai kesepakatan, dan itu bisa dilakukan pekan ini," ungkap Sullivan kepada wartawan pada hari Senin.

Dia mengatakan proposal yang dimaksud telah diuraikan oleh Presiden AS Joe Biden Juni lalu dan melibatkan "gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan di Gaza."

Sebuah "terobosan" dicapai tak lama setelah tengah malam, menurut Reuters, sementara Channel 12 Israel menggambarkan perkembangan di Doha sebagai "dramatis" dan mengklaim gencatan senjata dapat diumumkan paling cepat pada hari Selasa.

Israel telah menerima proposal tersebut, yang sekarang menunggu persetujuan akhir oleh Hamas, beberapa media di Tel Aviv telah mengklaim.

Kedua belah pihak dilaporkan ingin mengumumkan kesepakatan sebelum Presiden terpilih AS Donald Trump dilantik pada 20 Januari.

Menurut Associated Press, Qatar telah menekan Pemimpin Hamas Muhammad Sinwar untuk menerima kesepakatan tersebut, sementara utusan khusus Trump Steve Witkoff dilaporkan telah melakukan hal yang sama dengan delegasi Israel.

"Kami memperbarui janji kami dengan orang-orang kami yang teguh dan sabar dan dengan para tahanan heroik kami di penjara, dan kami menegaskan kebebasan mereka sudah dekat," tegas pernyataan Hamas pada Senin sore.

Penguasa Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani menerima pejabat senior Hamas Khalil al-Hayya untuk membahas perundingan gencatan senjata, kantornya telah mengonfirmasi.

Kepala intelijen Mesir Hassan Mahmoud Rashad berada di Doha pada hari Minggu untuk membantu mengatasi segala hambatan terhadap kesepakatan tersebut, menurut seorang sumber kepada RT.

Reuters kemudian mengonfirmasi kehadiran Rashad, tetapi mengatakan dia berangkat pada hari Senin, meninggalkan delegasi intelijen untuk terus bekerja.

Media Turki melaporkan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin juga mengadakan pembicaraan telepon dengan Hamas untuk mendukung inisiatif gencatan senjata.

Pimpinan badan intelijen Israel Mossad dan Shin Bet juga ikut serta dalam pembicaraan tersebut, sementara AS diwakili Witkoff dan utusan pemerintah yang akan lengser Brett McGurk, menurut laporan.

"Ada kemajuan, terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya," ungkap Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan kepada wartawan pada hari Senin.

Dia menjelaskan, "Saya ingin berterima kasih kepada teman-teman Amerika kami atas upaya besar yang mereka investasikan untuk mengamankan kesepakatan penyanderaan."

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan Zionisme Religiusnya akan menentang kesepakatan apa pun yang tidak mencapai "penghancuran" Hamas.

Pertempuran sengit terus berlanjut di Gaza, dengan lima tentara Israel dan 21 warga Palestina tewas pada hari Senin.

Baca juga: Ingin Melenyapkan Palestina, Israel Minta 1 Juta Orang Yahudi Menetap di Tepi Barat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
Berita Terkini
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Infografis
9 Negara Menolak Gencatan...
9 Negara Menolak Gencatan Senjata di Gaza, Ada Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved